SUMENEP, (Transmadura.com) —
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, didatangi sejumlah aktifis Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) untuk melakukan audensi terkait pengembalian hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tahun 2016.
Kedatangan Aktifis Lira merasa kecewa. Sebab, tidak ditemui oleh pihak Disdik Sumenep. Namun, dengan alasan tidak ditemui, karena surat yang diajukan oleh pihak aktifis Lira belum ada disposisi dari kepala dinas. Dengan terpaksa balik kanan dengan rasa kecewa.
Bupati LIRA Hariyono mengaku sangat kecewa dengan tindakan disdik yang terkesan mengabaikan keinginan pihaknya untuk audensi. Padahal, pihaknya sudah melayangkan surat hampir sepekan.
“Tanggal 5 Oktober lalu sudah kami ajukan, namum belum ada disposisi. Kami sangat kecewa, ” ujarnya.
Ini menandakan, sambung dia, pihaknya mempertanyakan kinerja yang tidak baik. Seharusnya itu sudah ada disposisi, entah disetujui atau tidak. “Ini menandakan jika disdik tidak beres dalam adimistrasi. Masak surat lama, ” ungkapnya.
Padahal, menurut dia, audensi sangat penting untuk mempertanyakan transparansi pengembalian temuan BPK yang dinilai sangat fantastis. “Jadi, saya hanya meminta transparansi saja. Harus diumumkan kepada publik, ” tukasnya.
Kepala Disdik, Ach. Sadik saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak ada respon. Saat didatangi ke kantornya, yang bersangkutan tidak ada. (Asm/irwan)














