Transmadura.com, Sumenep —
Anggota DPRD Sumenep, Madura,Jawa Timur, nanggapi dengan Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, dinilai desa tertinggal atau terisolir, walau Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang dikucurkan cukup besar.
Saiful Bari salah satu anggota DPRD Sumenep menyampaikan kepada wartawan disela – sela acara sidang paripurna digedung DPR Sumenep, Kamis 13/07/2017 tadi, adanya Desa Montorna adalah desa terbilang desa terisolir dari segi ekonomi, tidak hanya itu, melainkan Infrastruktur yang sangat miris walau anggaran yang mengucur ke desa cukup besar.
Kendati demikian, Saiful Bari berharap kepada pemerintah daerah segera turun tangan, dengan desa montorna dijaman ini masih tertinggal , namun tidak ada salahnya pemerintah daerah turun tangan untuk membantu dalam pengembangan desa.
“Pemerintah harus turun, karena di sana (desa Montorna) bisa dikatakan sebagai desa yang sangat terisolir,” katanya, Kamis, (12/7/2017).
Menurutnya, ketertinggalan Desa Montorna, dibuktikan dengan kondisi dilapangan jalan belum tersentuh perbaikan, seperti Desa yang menghubungkan Dusun Delima dengan Dusun Tonunggul dan Dusun Tonunggul dengan Dusun Komis. Dua jalan itu hingga saat ini belum mendapatkan perbaikan. Padahal, kata Kiai Bari, di Dusun Tanonggul banyak lembaga pendidikan.
“Kalau dari arah timur sudah ada pengerasan, namun saat ini rusak kembali. Kalau jalan ke utara memang tidak pernah diperbaiki. Jadi, kalau lewat sana bawa mobil harus hati-hati, jika tidak rodanya bisa lepas,” jelasnya.
Harapnya bari kepada Bupati Sumenep, supaya memperhatikan Desa Montorna. Seperti diketahuinya, Desa Montorna terletak di perbatasan antara Kabupaten Sumenep dengan Kabupaten Pamekasan.
Terpisah, Bupati Sumenep A Busyro Karim ketika dihubungi melalui telepon selulernya belum bisa memberikan keterangan. (BF/ Asm)














