banner 728x90

Waah! Politik PAW Kades Gunung Kembar Menghangat, Pemilih Dapat 1 Sepeda Motor Baru?


SUMENEP, (Transmadura.com) –
Pertarungan politik Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa (Kades) Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep mulai terasa menghangat. Pasalnya, diantara dua calon, yang akan bertarung yaitu Farid Santoso dan Ainur Rasyidi.

Farid Santoso adalah anak dari mantan Kepala Desa Alamarhum H Singkim. Sedangkan Ainur Rasyidi pegawai perbankan adalah asli kelahiran Desa Lalangon saudara ipar dari H Kafrawi.

Kedua Bakacalon PAW ini akan ditetapkan sebagai calon tetap oleh panitia hari ini Selasa (15/2/2022). Sehingga dari dua calon ini isu isu menarik mulai dilempar ke tengah masyarakat untuk menarik perhatian dari perwakilan pemilih dari berbagai dusun.

Fantastis, kabar berhembus politik uang mulai dilempar, sebab jumlah pemilih hanya 27 tujuh orang yang akan memberikan hak suara nanti, kabar sampai kisaran Rp 15 juta per orang.

Baca Juga :   Sidang Paripurna DPRD Sumenep Mulai Bahas Tiga Raperda

Yang paling unik, kabar berhembus isu, untuk bisa mendapatkan Tampuk pimpinan kepala desa sampai akan mengeluarkan sepeda motor grees deller.

Sehingga, hal itu akan menjadi pertimbangan dari masyarakat, sebab sangat menggiurkan. Namun untuk menentukan perwakilan untuk mengambil hak suara dalam tahapan musyawarah Dusun, untuk menentukan perwakilan yang betul betul amanah memilih calon kepala desa PAW yang mampu Desa Gunung Kembar lebih baik.

Perlu diketahui, dari 27 wilayah kecamatan, 328 desa dan 4 kelurahan di kabupaten, Desa Gunung Kembar salah satu desa yang tidak mempunyai kantor bakar desa.

Semua itu menjadi tantangan bagi dua calon siapa yang jadi pemenang dalam PAW, untuk menjadikan perubahan Desa Gunung Kembar yang menjadi harapan masyarakat.

“Kami hanya ingin Gunung Kembar lebih maju, utamanya tempat pelayanan yang saat masih tidak ada,” kata Warga setempat Kusmulyadi.

Baca Juga :   Program Mudik Gratis, Anggota DPRD Sumenep Puji Bupati

Menurutnya siapapun yang akan jadi pemimpin, yang penting punya tujuan ingin membangun, tidak mendapatkan keuntungan pribadi semata. “Nanti kepada yang mewakili dusun untuk memilih calon, jangan hanya melihat uang, apalagi ada isu sampai ada politik sepeda motor, wah mengiurkan, palagi yang memilih tokoh agama saya yakin mereka paham agama,” ujarnya.

Selain itu, dirinya berharap Kepala Dusun yang menjadi penentu tokoh agama yang akan jadi pemilih setelah Musdus, yang profesional memilih tokoh jangan ada keterpihakan bisa lebih Idependen.

“Ini kunci ada di Kadus tahapan Musdus, jadi Kadus kami minta profesional jangan ada kepentingan dan Musdus harus dilakukan lebih terbuka,” tutupnya.

(Asm/Red)