Tak Berkategori  

Pernyataan Kapus Batuan Soal Tiga Pasien Meninggal Korban Kecelakaan

SUMENEP, (TransMadura.com) – Pihak Puskemas (Pelayanan Kesehatan Masyarakat) Kecamatan Batuan, Sumenep, Jawa Timur klarifikasi soal tudingan keluarga korban kecelakaan, pihak keluarga korban menilai pelayanan “abaikan” pasien.

Hal itu disampaikan Kepala Puskemas (Kapus) Batuan, Desy Febriana, bahwa saat itu pukul 16.30 WIB semua pasien tiba di Puskesmas Batuan yang diantar polisi.

“Saat itu belum ada keluarga yang mendampingi dan dari tiga orang korban, dua kita nyatakan meninggal,” jelas Kapus.

Namun, satu korban Aisyah Aila Farisah, pihaknya menyatakan prioritas merah dan satunya korban Andayani masih prioritas kuning sambil menunggu keluarga korban.

“Kita lakukan resusitasi terhadap R dan melakukan penanganan pertama terhadap Andayani pada pukul 17:30 Wib,” katanya.

Menurut Desy, keluarga pasien datang Pukul 17:55 Wib, namun pasien R tidak tertolong. “R kita nyatakan meninggal pukul 18:20 wib,” ungkapnya.

Sedangkan Andayani, dimotivasi untuk rujuk ke RS karena kondisi ada penurunan kesadaran dan patah tulang paha kanan. “keluarga meminta dirujuk ke RSUD,” ngakunya.

Dengan begitu, Desy memaparkan, perawat puskemas telfon menghubungi ke UGD RSUD sesuai prosedur yang berlaku. Namun diminta menunggu dan menelpon ulang 30 menit lagi karena UGD RSUD sedang penuh (kehabisan bed).

“30 menit berselang, perawat Puskesmas menghubungi UGD RSUD lagi, tetapi bed UGD masih penuh dan disarankan telp ulang 1 jam lagi sambil mencari alternatif RS rujukan lain,’ jelasnya.

Sehingga, perawat Puskesmas menawarkan ke pihak keluarga, Kata Desy keluarga tetap menginginkan pasien dirujuk ke RSUD.

“Pukul 20: 00 wib pasien gelisah, perawat PKM mencoba menelpon ulang ke UGD RSUD, namun hasilnya UGD RSUD belum bisa menerima rujukan,” paparnya.

“Pukul 20:30 wib kondisi pasien memburuk, dilakukan resusitasi oleh perawat Puskesmas Batuan, namun nyawa yang tidak tertolong.
Pukul 20:40 wib pasien dinyatakan meninggal,” ucapnya

Dirinya menambahkan bahwa semua tudingan kepada pihak puskesmas mengabaikan dan menelantarkan pasien itu tidak benar.

“Justru pihak puskesmas batuan berupaya untuk menyelamatkan pasien dengan cara mau merujuk ke RSUD. hanya saja karena pihak RSUD tidak bersedia menerima rujukan dengan pertimbangan pasien penuh dan kehabisan bed akhirnya disarankan untuk dirujuk ke RS lainnya,” tambahnya.

Bahkan jelasnya, hal itu juga sudah disampaikan ke pihak keluarga pasien sebagai alternatif solusi akan tetapi pihak keluarga tetap tidak mau dan minta dirujuk ke RSUD. “Begitu faktanya, kami tetap mengutamakan pelayanan yang baik,” tukasnya.

Sebelumnya, pihak keluarga korban Asweri, menuding pihak puskesmas terkesan mengabaikan pasien, sebab pihaknya meminta untuk dirujuk ke RSUD, Namun molor sampai satu jam, sehingga nyawa Andayani ibu dari satu yang meninggal tidak bisa tertolong meninggal dunia.

Sementara, peristiwa kecelakaan terjadi di Jalan raya Kabupaten, Desa Batuan, Kecamatan Batuan, Kabuoaten Sumenep, KM – 2 antara Mobil Pick Up Box No Polisi W 8013 NU, dengan Sepeda Motor Honda Scoopy No Polisi, M 3973 XX. Kamis (18/11/2021) kemarin.

Pengemudi Mobil Pick Up Box No Pol.: W 8013 NU an. R. Dwiyono Putranto (54) asal Desa Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Sedangkan pengemudi Sepeda Motor Honda Scoopy No Polisi M 3973 XX atas nama Andayani (92) Perempuan, asal Desa Cabbiya, Kecamatan Talango, Sumenep berboncengan dua dengan Siti Nurrohma dan Aisyah Aila Farisa asal desa yang sama.

Kejadian berawal saat Mobil Pick Up Box No Pol.: W 8013 NU dikemudikan R. Dwiyono Putranto dikeneki Subakri melaju dari arah barat ke timur.

Sedangkan dari arah berlawanan melaju Sepeda Motor Honda Scoopy No Polisi M 3973 XX dikemudikan ANDAYANI membonceng Siti Nurrohmah dan Aisyah Aila Farisa

“Diduga R. Dwiyono Putranto sebagai pengemudi Mobil Pick Up Box No Pol.: W 8013 NU kurang konsentrasi kearah depan dan bergerak kekanan melewati as jalan sehingga terjadi benturan dengan Sepeda Motor Honda Scoopy No Pol.: M 3973 XX,” kata Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti.

Sehingga, akibat kejadian itu, jelas Widi, Andayani yang membonceng Siti Nurrohma dan Aisyah Aila Farisa yang melaju dari arah berlawanan, tepat berada di badan jalan sebelah selatan tabrakan keras.

“Siti Nurrohma dan Aisyah Aila Farisa meninggal dunia di Puskesmas Batuan sedangkan ANDAYANI mengalami luka-luka dirawat di Puskesmas Batuan serta kedua kendaraan mengalami kerusakan material,” tutupnya.

(Asm/red)