banner 728x90
Berita  

Pemdes Aengdake Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan Melalui Sarana BUMDes


SUMENEP, (Transmadura.com) -Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, sudah mulai merangkak sebagai sarana untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan.

Bahkan, saat ini sudah bisa sumbang PADes setiap tahunnya naik hingga mencapai Rp 7 juta per tahun.

Kepala Desa Aeng Dake, Edy Sutikno mengatakan, pemerintah desa tetap berupaya memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai sarana peningkatan ekonomi.

“Peran serta BUMDes untuk membangkitkan ekonomi di desanya sangat besar. Sehingga fungsinya perlu dimaksimalkan,” kata Sutikno.

Namun, jelas Kades ini, BUMDes MAKMUR JAYA” Desa Aengdake sudah berjalan terbentuk setiap tahunnya sudah sumbang Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Awalnya bisa sumbang PADes Rp3,5 juta, tapi tahun 2021 kemarin sudah bisa nyumbang Rp7 juta. Alhamdulillah setiap tahun selalu ada peningkatan,” jelasnya.

Baca Juga :   Minimalisir Pelanggaran, Kumdam V/Brawijaya Beri Penyuluhan Hukum di Kodim 0827/Sumenep

Saat ini kata dia, BUMDes telah memiliki dua unit usaha, yakni bangunan pertokoan dengan jumlah kios sebanyak 12 unit dan satu lapangan futsal.

“Karena basisnya ekonomi kemasyarakatan, kios itu disewakan. Karena dipakai masyarakat sendiri sewanya murah mulai Rp50 ribu hingga Rp150 ribu perbulan. Kalau sewa lapangan futsal Rp30 ribu perjamnya,” ungkap dia.

Melalui dua jenis usaha yang dikelola itu kata Tikno panggilan akrabnya, juga mampu menggaji semua pengurus BUMdes.

Adapun pengelolaan BUMDes, Sutikno mengaku memasrahkan pada pengurus sepenuhnya. Semua pengurus usianya masih muda yang memiliki pemikiran yang cemerlang untuk memajukan desa. Sehingga dia yakin bisa mengemban amanah yang diberikan oleh Desa.

Baca Juga :   Warga dan TNI Gotong Royong Perbaiki Saluran Drainase di Rubaru

“Saya tidak cawe-cawe masalah pengelolaan BUMDes, sudah saya pasrahkan sepenuhnya. Saya hanya minta laporan perkembangan setiap bulan,” ungkap dia.

Kedepan dirinya sebagai kepala desa menginginkan BUMDes terus dikembangkan dengan menyesuaikan potensi yang ada. Sehingga upaya untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan semakin baik dan bisa memberikan masukan ke PADes yang lebih besar.

“Jujur Rp7 juta masukan ke PADes itu sangat kecil, saya berharap dari BUMdes ini bisa memberikan masukan ke PADes Rp100 juta setiap tahun,” tukasnya.

(Asm/red)