banner 728x90
Tak Berkategori  

Kades Batuputih Daya Mulai Merintis BUMDes, Destinasi Wisata Bukit Batu Kapur Target PADes


SUMENEP, (Transmadura.com) –
Desa Batuputih Daya, Kecamatan Batuputih, yang ada paling Utara daratan kota Sumenep, Madura, Jawa Timur mulai merintis mengelola potensi yang ada.

Pasalnya, saat ini, Kepala Desa (Kades) setempat, Harno mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang baru dibentuk ini, betul-betul mengelola secara maksimal anggaran yang ada.

“BUMDes di Desa Batuputih Daya baru di bentuk 2022 ini, tinggal menunggu proses badan hukumnya,” kata Harno di kediamannya.

Nantinya, kata Harno akan ada penyertaan modal usaha dari ADD untuk bisa dikelola untuk usaha milik desa, agar bisa berkembang nyumbang ke Pendapatan Asli Desa (PADes).

“Kami tetap mendukung penuh kepada BUMDes untuk bisa lebih maju,” ungkapnya.

Sehingga, lanjut Harno, kemajuan desa nantinya ditopang adanya BUMDes yang betul betul dikelola dengan serius, untuk dapatnya bisa memberikan lapangan kerja bagi pemuda pengangguran agar bisa bekerja di BUMDes tersebut.

“Saat ini BUMDes “Badai Jaya” masih mengelola simpan pinjam,” tuturnya.

Namun, pihaknya menyatakan nantinya pengelolaan potensi yang ada, yakni pengelolaan destinasi wisata bukit batu kapur yang akan dikelola BUMDes, dengan alam sangat indah dekat pantai akan dibikin desain ramai pengunjung.

Baca Juga :   Jual Produk Minuman Kadaluarsa, Swalayan Yakini Dikeluhkan Konsumen

“Hanya saja kendala dana yang masih terbatas. Tapi tahun 2022 ini kami akan memberikan modal usaha, untuk dikelola dengan serius,” ungkapnya.

Menurut Kades dua periode ini kemajuan tergantung kemauan khususnya ketua BUMDes bisa sinergi kerja bersama agar mencapai tujuan merubah ekonomi masyarakat setempat.

“Bismillah kami tetap semangat mendukung BUMDes untuk membangun desa Baatuputih Daya lebih baik,” tutupnya.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur akan berupaya semua Badan Usaha Desa (BUMDes) untuk mendapatkan sertifikat badan hukum dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Salah satunya akan terus memberikan pendampingan.

Hal itu dikatakan oleh Fadholi, Kepala Bidang Pemberdaya usaha ekonomi dan kerjasama desa (Puekd) DPMD Kabupaten Sumenep.

“Kami (DPMD) terus melakukan sosialisasi dan memfasilitasi pendaftaran sertifikat badan hukum pada Kemenkumham melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal,” kata Fadholi, Senin,

Hingga saat ini lanjut Fadholi, dari 330 desa yang telah terbentuk BUMDes sebanyak 310 desa. Dari jumlah tersebut sebanyak 114 BUMDes telah memiliki kontribusi kepada Pendapatan Asli Desa (PADes) setiap tahun.

“Alhamdulillah 114 BUMDes yang telah memiliki kontribusi pada desa atau masuk kategori BUMDes sehat,” jelas dia.

Baca Juga :   Jual Produk Minuman Kadaluarsa, Swalayan Yakini Dikeluhkan Konsumen

Ketentuan pendaftaran sertifikat badan hukum itu kata dia sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2021 tentang BUMDes dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pendaftaran, Pendataan Dan Pemeringkatan, Pembinaan Dan Pengembangan Dan Pengadaan Barang Dan/atau Jasa Badan Usaha Milik Desa/badan Usaha Milik Desa Bersama.

Fadhali tidak menyebutkan jumlah BUMDes yang telah mengantongi sertifikat hukum dari Kemenkumham. Namun, upaya untuk mengantongi legalitas hukum itu terus dilakukan.

Salah satunya mendorong pengurus BUMDes melakukan input data melalui aplikasi Data Desa Center (DDC). Aplikasi ini merupakan salah satu upaya untuk mempermudah pengawasan kegiatan desa, termasuk kegiatan BUMDes oleh pemerintah, mulai dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pemerintah Pusat.

“Input data masih terus berjalan, karena di Sumenep terkadang terkendala jaringan sehingga input data lambat. Tapi, kami terus melakukan sosialisasi dan pendampingan,” tegasnya.

Sementara bagi desa yang belum membentuk BUMDes sambung dia, kedepan akan melakukan kajian dan pendampingan untuk mengkaji potensi desa yang bisa dikelola oleh BUMDes. Kajian tersebut kata dia akan melibatkan tim ahli.

(Red)