banner 728x90

Babinsa Bantu Mengairi Tanaman Jagung Usia 45 HST di Daramista Lenteng

Babinsa Bantu Mengairi Tanaman Jagung Usia 45 HST di Daramista Lenteng


SUMENEP, (Transmadura.com)  – Babinsa Koramil 0827/05 Lenteng Koptu Toyok Erfandi mengatakan pengembangan budidaya jagung untuk silase di Sumenep terus dikembangkan.

Seperti yang terlihat saat ini, kehadiran Babinsa di Dusun Laok Songai, Desa Daramista, Kecamatan Lenteng membantu petani melakukan pengairan tanaman jagung pada usia 45 HST.

“Ini kita bantu pak Sadik mengairi sawahnya biar tanaman jagung tumbuh subur, kemarau menjadi kendala, dan saat ini sudah mulai turun hujan namun belum merata,” ujar Koptu Toyok. Minggu (26/11/2023).

Koptu Toyok menjelaskan, tanaman jagung yang di kembangkan saat ini adalah jenis hibrida, Selain tidak membutuhkan modal yang banyak, hasilnya juga lebih bagus dibanding jenis tanaman jagung lokal.

Baca Juga :   Karya Bhakti Babinsa dan Warga Ketawang Karay Perbaiki Akses Jalan

Hanya saja, yang menjadi kendala sebagian petani di Sumenep dalam pengembangan jagung hibrida tersebut adalah ketersediaan air saat kemarau.

“Ini kita mengairi menggunakan air dari sungai pakai mesin pompa, luas lahannya 0,25 Ha,” jelasnya.

Menurutnya, menanam jagung jenis hibrida memang jauh lebih menguntungkan dibanding menanam jagung lokal.

Perawatannya juga lebih mudah dan untuk silase panen jagung lebih awal yakni usia 80 HST.

“Rata-rata petani di Lenteng sini sudah banyak yang tertarik untuk menanam jagung untuk silase, kita sudah membuktikan bahwa budidaya jagung untuk silase hasilnya cukup baik untuk meningkatkan perekonomian para petani,” ungkap Koptu Toyok Erfandi.