banner 728x90

Peternak Ayam Petelur Mekro Sumenep Merugi, Timker Kementerian Fasilitasi Kerjasama Dengan SPPG MBG

Peternak Ayam Petelur Mekro Sumenep Merugi, Timker Kementerian Fasilitasi Kerjasama Dengan SPPG MBG


SUMENEP, (TransMadura.com) Tim Kerja (Timker) Co-Working Space (CWS) Penyuluh Kementerian Pertanaian Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, gelar pemaparan program Sinergi Strategis Kementerian Pertanian Dibidang Peternakan dan pengukuhan Koperasi Peternak telur.

Acara digelar di Audutorium Fathimah International Elementary School (FIES) Kecamatan Manding, dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep,
Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Sumenep, Korwil BGN (Badan Gizi Nasional Sumenep.

banner 728x90

Dalam pertemuan tersebut, membahas persoalan yang dialami para peternak telur lokal yang semakin merugi dengan harga tak terkendali anjlok dan serapan hasil produksi telur lokal yang tak seimbang.

Katimker Penyuluh Kementerian Pertanian wilayah Sumenep, Dewo Ringgih SP.MP, menyampaikan isu yang lagi hangat, adalah nasib para peternak telur yang saat ini mengalami kerugian dengan masalah serapan dan anjloknya harga.

Baca Juga :   Hari Jadi Provinsi Jatim ke- 77, Gubernur Khofifah Kunker ke Kabupaten Sumenep

“Kami kemarin diperintah Kementerian RI, mengidentifikasi kepada para peternak telur mekro diwilayah masing masing khususnya Sumenep, bagaimana pastikan para peternak mendapatkan jagung SPHP dari Bulog,” Ungkapnya dalam sambutannya.

Jagung SPHP dari bulog, menurutnya, harus dikawal bisa sampai pada peternak mekro, dan syaratnya para peternak mekro untuk dapat jagung subsidi dan harus ada wadah Koperasi Peternak.

“Kami juga saat ini mengundang Dinas Koperasi untuk bisa memfasilitasi, juga kami hadirkan para peternak ayam untuk buat wadah koperasi,” Ungkapnya.

Selain itu, Dewo juga memaparkan terkait serapan telur, sesuai Suray Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat, bahwa mitra BGN SPPG Makan Bergizi Nasional (MBG) diwilayah bekerja sama dengan para peternak telur lokal.

“Kami harapkan korwil BGN wilayah sumenep, bisa bekerjasama dengan peternak telur lokal, agar pemenuhan semua telur lokal bisa terserap,” Tutupnya.

Baca Juga :   Disperkimhub Sumenep Targetkan Perubahan Wilayah Kumuh Jadi Asri

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, mengapreasiasi yang di gagas Timker Kementerian wilayah Sumenep, yang telah mengundang seluruh peternak se kabupaten sumenep dan betul betul ikhtiar dari kementan sebagaimana yang telah diintruksikan kepada jajarannya.

“Intruksi Kementan tegas mendorong potensi yang ada khususnya peternakan betul betul potensi yang dibutuhkan dan dimamfaatkan seluruh stakeholder,” Ucapnya.

Sehingga, dengan tantangan ini, harga telur bisa naik dengan berbanding lurus dengan kebutuhan.

Untuk data DKPP produksi ayam petelur sampai Agustus 2026 ada 6,7 ton, sedangkan kebutuhan rumah tangga dikisaran 8ribu ton. “Ada selisih kebutuhan telur ayam rumah tangga 2.700 ton,” Ujarnya.

Selain itu, dengan kehadiran dari BGN, nantinya wadah koperasi sudah terbentuk, sesuai intruksi kementerian, SPPG bisa betmintra dengan paguyuban/ Koperasi Peternak di Sumenep,” Tutupnya.

(Asm/red)

banner 336x280