banner 728x90
Tak Berkategori  

Perairan Pulau Sapudi Jadi Objek Latihan Armada Perang TNI AL


SUMENEP, (TransMadura.com) – Perairan Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jatim, kini jadi salah satu objek Latihan Armada Jaya (Latihan Perang) TNI AL ke 37 yang akan dilaksanakan pada hari Rabu 9 hingga Sabtu 13 Juli 2019.

Selain di Pulau Sapudi, kegiatan tactical floor game dan manuver lapangan, juga akan dilakukan di Laut Jawa, seperti, perairan Kangean dan perairan Asembagus, Situbondo Jawa Timur.
Sebanyak  6.534 personel dan berbagai jenis alutsista TNI AL akan dilibatkan dalam manuver lapangan itu. Termasuk KRI Banda Aceh 593 dan KRI Teluk Bintuni 520 juga diturunkan.

banner 728x90

Wakil Kepala Staf TNI AL (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, mengatakan saat pembukaan Rangkaian Puncak Latihan TNI, hari Senin, 17 Juni 2019 di Pusat Latihan Elektronika dan Pengendalian Senjata (Puslatlekdalsen) Kodiklatal Surabaya.

Bahwa, sesuai amanat Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Wakasal Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, latihan Armada Jaya merupakan latihan puncak TNI AL yang menggabungkan komponen SSAT dalam penyelenggaraan Operasi Gabungan (Opsgab TNI).

Dijelaskannya, Opsgab TNI diantaranya  Operasi Laut Gabungan (Opslagab), Operasi Amfibi (Opsfib), Operasi Pendaratan Administrasi (Opsratmin) dan Operasi Dukungan Pasukan Khusus (Opsduk Passus), serta Operasi Dukungan Informasi (Opsdukinfo).

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Sementara juga, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji menyebut,  latihan Armada Jaya bertujuan meningkatkan kemampuan pimpinan dan staf komando tugas gabungan dalam melaksanakan proses pengambilan keputusan militer pada pelaksanaan Operasi Gabungan TNI.

“Selain itu, meningkatkan profesionalisme prajurit TNI AL, kesiapan operasional dan keterpaduan komponen SSAT,” katanya.

Sedangkan sasaran yang ingin dicapai dari latihan Armada Jaya itu, diantatanya terciptanya kemampuan perorangan maupun satuan untuk mengaplikasikan dan menerapkan doktrin operasi operasi laut gabungan, operasi amfibi, operasi pendaratan, operasi pertahanan pantai, dan operasi dukungan.

“Ada 18 kapal perang (KRI) dari berbagai jenis juga dikerahkan, bersama 9 pesud serta alutsista Marinir dengan persenjataan Howzer, Roket Multilaras tipe Grad 70, tank dan kendaraan pendarat amfibi juga terlibat selama latihan,” sambungnya.

Berikut Hasil Sosialisasi Kegiatan Armada Jaya ke 37 (latihan perang) di Perairan Pulau Sapudi tanggal 10 s/d 14 Juli 2019 di Kantor Kecamatan Gayam, Senin 8 Juli 2019 yang disampaikan Komandan Tempur Operasi Latihan Armada Jaya ke 37, Kolonel Krisno Prabowo.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

1. Selasa tgl 9 juli 2019 melakukan pemeriksaan di tiga titik sasaran. Menara suar desa tarebung sasaran utama, tower XL tokgung desa pancor sasaran kedua dan ketiga sasaran inti kampung pegunungan ombaran desa gendang barat dan gendang timur.

2. Tgl 10 juli ( dini hari, jam 01.00 sampai selesai ) kegiatan inti junpur ( terjun tempur ) di wilayah sasaran tiga perbukitan ombaran.
3. Rabu, 10 Juli 2019 kapal mulai datang di Perairan Sapudi
4. Kamis, 11 Juli 2019 kegiatan latihan di Utara Pulau Sapudi
5. Jumat, 12 s/d 13 Juli 2019 kegiatan latihan pindah di selatan Pulau Sapudi dan sekitarnya (latihan inti) 6. “Sabtu-Minggu 14 dan 15 juli 2019 semua pasukan mulai kembali ke Pangkalan Surabaya,” tukasnya.

Sedangkan, Kolonel Krisno Prabowo mengimbau, agar nelayan dilarang melaut di radius lebih dari 2 mil dari daratan, Untuk kegiatan penyeberangan dari Sapudi ke Pelabuhan  Jangkar/Kalbut Situbondo, tidak berlayar pada tanggal 12 s/d 13 Juli 2019.

Reporter : Fero
Editor : Red

banner 336x280

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *