banner 728x90
Tak Berkategori  

Proses Tender CPHMA di LPSE Sumenep Diduga Dikondisikan


SUMENEP, (TransMadura.com) – Proses tender Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA) di LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga dikondisikan. Indikasinya, persyaratan dukungan disinyalir diarahkan ke perusahaan tertentu.

Namun dalam persyaratan bisa dilihat jika dukungan suplay CPMA harus memiliki hasil laboratorium dan diunggah dalam dokumen penawaran yang diterbitkan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Kemudian juga diterbitkan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan).

banner 728x90

“Yang menajadi pertanyaan kita adalah yang diterbitkan Pusjatan. Padahal, tender tahun lalu tidak ada persyaratan itu, hanya dari KAN saja, ” kata Saifuddin, Ketua LIPK (Lembaga Independen Pengawas Keuangan).

Menurutnya, perusahaan yang memiliki sertifikat dikeluarkan diperkirakan hanya satu perusahaan di Sumenep. Sebab, ini dikeluarkan di Bandung oleh Kementerian. “Mengapa harus jauh-jauh ke sana, ini kentara dugaan pengondisiannya, ” ucapnya.

Baca Juga :   Pangdam V Brawijaya Cek Pembangunan KDMP di Desa Sendang, Progres Hampir 100 Persen

Apabila ini terjadi, sambung dia, maka dimungkinkan akan terjadi dominasi pekerjaan di Sumenep. Bisa saja perusahaan tertentu yang akan mengambil manfaat dalam pekerjaan ini. “Kami menduga pada akhirnya akan terjadi monopoli pekerjaan. Ini yang tidak sehat, ” ungkapnya.

Bayangkan, terang dia, dari 17 paket kegiatan coldmix atau asbuton lalu dikerjakan oleh satu perusahaan. Sebab, anggarannya terendah sekitar Rp 400 juta hingga Rp 3 miliar lebih. “Dari 17 Paket itu diperkirakan mencapai Rp 40 miliar, ” ucapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta untuk dikaji ulang persyaratan tender tersebut. Sehingga, tidak terjadi monopoli. “Mumpung belum selesai tendernya, Kami hanya ingin minta ada kajian ulang terkait ini. Supaya, tak ada monopoli pekerjaan. Meski hasil Aanwizing persyaratan tak ada perubaha, ” tukasnya.

Baca Juga :   Ketertinggalan Pembangunan Wilayah Kepulauan Dapat Sorotan Fraksi NasDem DPRD Sumenep

Kepala LPSE Mustangin saat dihubungi media ini tidak memberikan respon. Saat didatangi ke kantornya juga tidak ada ditempat. “Bapak sedang salat, dan habis ini ada acara,” kata stafnya kepada sejumlah media.

Kepala Dinas PU Bina Marga Eri Susanto belum bisa dikonfirmasi terkait masalah ini. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, tidak diangkat. Meskipun nada sambung pribadinya terdengar aktif. (Asm/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *