banner 728x90
Tak Berkategori  

Jalan Desa Padike Nyaris Terputus, DD-ADD Dipertanyakan Warga


SUMENEP, (TransMadura.com) – Realisasi Dana Des (DD) di Desa Padike, Kecamatan Talango, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipertanyakan warga. Pasalnya, pelaksanaan pembangunan DD-ADD sampai saat ini tidak jelas peruntukannnya.

Hal itu disampaikan Koordinator Forum Pemuda Desa Padike (FPDP) Desa Padike, Syaiful Anwar mengatakan, bahwa selama ini pelaksanaan DD ADD patut dipertanyakan, buktinya peruntukannya sampai saat ini masih belum jelas.

banner 728x90

Faktanya, jalan sepanjang 3 Kilometer terputus akibat tidak ada perhatian dari pemerintah desa. Sehingga, warga setempat terpaksa memberi patahan pohon dan ditaruh di jalan yang terputus, agar bisa dilewati.

“Jalan Desa Padike ini hampir dua tahun lebih tidak ada sentuhan untuk diperbaiki. Ditambah rusaknya drainase di sisi jalan bahkan Gorong Gorong ambruk.

Baca Juga :   Pangdam V Brawijaya Cek Pembangunan KDMP di Desa Sendang, Progres Hampir 100 Persen

“Kerusakan drainase ini yang membuat ada sebagian jalan terputus,” kata Ipong, sapaan akrab Syaiful Anwar, Senin (6/5/2019).

Ia mengaku kecewa terhadap Kepala Desa (Kades) Padike, yang dinilai kurang memanfaatkan dana desa (DD) ataupun Alokasi Dana Desa (ADD) untuk memperbaiki infrastruktur di desanya.

“Anggaran miliaran rupiah itu tidak pernah dirasakan masyarkat,
Kami masih mengumpulkan data data DD-ADD, sebab keterbukaan publik pemampangan Banner tentang realisasi anggaran dipastikan tidak ada,” ungkapnya.

Ipung mengaku, sudah beberapa kali menemui Kepala Desa Padike untuk melakukan perbaikan jalan rusak tersebut. Namun hingga kini belum ada respon positif. “ Belum ada respon positif, Jalan tetap rusak, Ucapnya.

Bahkan, pihaknya akan melakukan langkah untuk melaporkan ke pihak hukum dengan temuan temuan realisasi DD yang tidak tepat sasaran (tidak sesuai spek red).

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

“Kalau jalan itu tetap dibiarkan, maka dipastikan bisa berdampak terhadap roda perekonomian warga Desa Padike, dan kami akan nganbil langkah sebagai warga,” tukasnya.

Sementara Kepala Desa Padike, Kecamatan Talango, Syafaatun Nuriyah, tidak bisa dihubungi. Suara telpon berbunyi telepon yang anda tuju sedang sibuk.

(Asm/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *