SUMENEP, (TransMadura.com) – Menjelang pesta demokrasi Pileg dan Pilpres 17 April 2019 mendatang mengajak masyarakat menolak politik uang.
Hal ini disampaikan Ahmad Zaini Alum Sekrtaris PAC LAKI (Laskar Anti Korupsi), Sumenep, bahwa politik uang melanggar hukum dan aturan, sebagaimana diatur dalam uu no.7 tahun 2017 pasal 105 poin C.
“Ini mencegah terjadinya praktek politik uang diwilah kecamatan, yang jelas sangsinya bagi para pelaku politik uang, baik yang dilakukan oleh OPP, CALEG atau Tim sukses pemenangan,” katanya.
Dia memaparkan, dalam aturan soal politik uang di UU Pemilu terbagi ke sejumlah pasal. Beberapa pasal itu diantaranya Pasal 278, 280, 284, 515, dan 523,
Aturan-aturan itu melarang politik uang di lakukan tim kampanye, peserta pemilu serta penyelenggara selama masa kampanye, ucap zaini alum.
Peranturan yang sama juga mengatur larangan semua orang melakukan politik uang di masa tenang dan pemungutan suara.
Sanksi yang menunggu pelanggar bervariatif. “Hukuman mulai dari sanksi pidana 3-4 tahun hingga denda Rp36-48 juta, sangsi tersebut juga berlaku bagi yang menerima politik uang,” tegasnya.
Lanjutnya, politik uang dalam pemilihan legislatif menjadi persoalan serius karena menyangkut integritas dan moral dari calon legislatif. Jika terpilih nantinya, tentu akan memikirkan bagaimana dana yang dihabiskan bisa kembali.
Zaini Alum mengingatkan, Sebagai ummat Islam kita harus tahu dan wajib mencegah salah satu bentuk kemungkaran tersebut, sekaligus wajib menjalankan kehidupan sehari-hari sesuai dengan tuntunan Syariat Islam,” tegas Ahmad zaini Alum, Minggu(3/3/19).
Karena itu, mengingat pentingnya upaya menolak politik uang dalam pemilu 2019, lembaga Laskar anti korupsi (LAKI ) akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kampanye tolak politik uang.
Hal ini dalam upaya suara pemilih tidak menjadi objek komoditi politik yang dapat melemahkan sendi demokrasi, Ia berharap kepada masyarakat kepulauan Sapudi untuk bersama-sama menyukseskan Pemilu 2019 dengan baik. “Caranya,mengunakan hak pilih secara benar dan menolak segala bentuk politik uang yang dapat mempengaruhi pilihan pemilih-pemilih,” tandasnya. (Fero/Red)














