banner 728x90
Tak Berkategori  

Saat Main HP, Mamang Warga Parsanga Tiba-Tiba Meninggal Dunia


SUMENEP, (TransMadura.com) – Mamang Warga Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep meninggal dunia saat bermain handphone (HP). Pasalnya, Pria 40 tahun itu meninggal dunia saat berada didepan toko milik Mohammad Sugianto, di Kampung Krajan, Desa Kebunan Kecamatan Kota Sumenep, Jumat, 8 Februari 2018 malam.

Berdasarkan keterangan Mohammad Sugianto kepala Polisi, sekitar pukul 17.00 Wib Mamang mengabarkan jika akan bermain ke rumah Sugianto. Saat perjalanan Mamang mengendarai sepeda motor bersama Abdul Rasid.

banner 728x90

Mamang menggunakan celana levis dan memakai kemeja warna putih kombinasi hitam.

“Tujuannya toko milik Mohammad Sugianto,” kata AKP. Moh. Heri, Kasubbag Humas Polres Sumenep, Sabtu pagi.

Sesampainya di toko milik Sugianto mereka sempat bertemu. Selang beberapa kemudian Sugianto pamit untuk menghadiri undangan. “Sehingga saat itu Mamang hanya tinggal berdua dengan Abdul Rasid,” jelasnya.

Baca Juga :   Pangdam V Brawijaya Cek Pembangunan KDMP di Desa Sendang, Progres Hampir 100 Persen

Baru kemudian sekitar pukul 19.30 Wib Mohammad Sugianto datang dan langsung duduk bersama di depan toko dan toko dalam keadaan tertutup.

Saat itu Mamang duduk di tempat duduk sebelah barat menghadap ke timur, sementara Sugianto tidur tiduran di bawah dan saksi Abdul Rasid duduk di sebelah timur menghadap ke barat.

“Selang beberapa saat tanpa adanya sesuatu hal dan saat itu korban sedang bermain HP, korban langsung jatuh ke lantai dari tempat duduknya,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian tersebut saksi Mohammad Sugianto langsung laporan kepada ketua RT setempat untuk di lakukan perawatan akan tetapi korban sudah meninggal dunia.

“Didekar Mamang ditemukan satu botol air mineral satu liter merk aqua yang tersisa, satu bungkus rokok merk gudang garam surya isi 12, satu bungkus rokok Pundimas dan satu korek api,” jelasnya.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

Meski begitu kata Heri, pihak keluarga tidak berkenan untuk dilakukan visum baik luar maupun visum dalam. Pihak keluarga menginginkan agar jenazah Mamang diserahkan pada keluarganya untuk dimakamkan.

Saat itu korban dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulance. “Berdasarkan keterangan pihak keluarga, Mamang diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang kadang kala penyakitnya kambuh secara mendadak,” tegasnya. (Madi/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *