banner 728x90
Tak Berkategori  

Masdawi Anggota DPRD Gelar Reses Di Pantai Wisata Lombang, Ini Keluhan Warga


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Keluhan warga daerah pemilihan (Dapil) V pengelolaan wisata pantai lombang dan penertiban didalamnya. Hal ini disampaikan saat Anggota komisi II DPRD Sumenep H. Masdawi menggelar serap aspirasi (reses) di Pantai Lombang, Kecamatan Batang-batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (19/11/2018).

Kegiatan reses itu dihadiri puluhan konstituen H Masdawi di daerah pemilihan (dapil) V meliputi kecamatan Gapura, Batang-batang, Batu Putih, dan Dungkek.

banner 728x90

Politisi Partai Demokrat, mendengarkan berbagai aspirasi dari warga dengan keluh kesanya utamanya kondisi pantai wisata lombeng.

Warga mengeluhkan utamanya, infrastruktur dengan kondisi jalan rusak menuju pantai wisata tersebut. Di mana jalan terkesan dibiarkan bertahun-tahun. Selain itu, keberadaan kuda yang secara “liar” berkeliaran di sekitar pantai. Sehingga, bisa kencing sembarangan, bahkan kadangkala terjadi saat pengunjung makan.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Maka, warga meminta untuk segera dibuat parkir khusus kuda ini. Selain itu, fasilitas lainnya juga dikeluhkan, karena perkembangan wisata terkesan stagnan. Pengelolaan wisata yang terkesan lambat juga tidak lepas dari keluhan. Itu lantaran pengelolaanya lebih cepat swasta.

“Pengelolaan wisata harus dengan baik. Supaya hasilnya maksimal. Jalan masih rusak dan dibiarkan, harus ada tempat parkir kuda sehingga tidak sembarangan saat buang air, ” kata Mahmud, Warga Dapenda.

Sementara itu, anggota dewan dapil V H. Masdawi menjelaskan, pengelolaan wisata pantai memang diperlukan ada terobosan. Salah satunya, pemkab bisa memberikan peluang pengelolaan kepada pihak ketiga. “Sebab, jika dipihak ketigakan PAD akan naik tiga kali lipat. Perkembangan fasilitas akan semakin cepat, ” katanya.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Dia menuturkan, tinggal kemauan pemerintah untuk menjadi wisata Cemara Udang ini maju atau tidak. “Sejak awal sudah meminta ke swasta, tinggal kerjasama dinotariskan. Sehingga, jelas dan tidak akan stagnan, ” ungkapnya.

Soal keluhan jalan, Politisi Vokal ini menyatakan jalan yang rusak itu akan dilakukan pembangunan di 2019 mendatang. Anggaran untuk itu sudah disiapkan. “Ya, memang sudah ada anggaran. Sebelumnya, ini rencana lama, tapi anggaran baru siap 2019,” tuturnya.

Intinya, terang dia, perlu ada pembenahan terkait wisata ini. Terkait masalah kuda, pihaknya merencanakan zona-zona. “Ini masih perlu duduk bersama soal kuda, termasuk pengelolaan semua sektor wisata Lombang ini, ” tukas pengusah sukses ini. (Asm/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *