banner 728x90
Tak Berkategori  

Hingga 2018 Tidak Satupun Klaster Rumput Laut Menarik Investor


SUMENEP, (TransMadura.com) – Fasilitas klaster rumput laut di Desa/Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur banyak yang rusak. Itu dikarenakan minimnya perawatan.

Kepala Dinas Perikanan Sumenep Arif Rusdy mengatakan setelah melakukan survei banyak fasilitas yang rusak. “Bayangkan sejak 2009 hingga saat ini tidak ada yang ditempati, pasti rusak,” katanya pada media.

banner 728x90

Dikatakan, sampai saat ini gudang yang dibangun melalui dana APBN itu belum ada yang menempati. Dilihat sepintas dari luar gedung yang dibuat dengan aluminium itu tampak bagus. Namun, sejumlah fasilitas yang terbuat dari besi mulai karatan.

Sejak 2013 lalu Pemerintah dikabarkan menyerahkan bantuan itu kepada Pemerintah Daerah, sehingga pemanfaatan dan juga perawatan dibebankan pada APBD Sumenep.

Baca Juga :   Pangdam V Brawijaya Cek Pembangunan KDMP di Desa Sendang, Progres Hampir 100 Persen

Guna memaksimalkan fungsi klaster itu, kata Rusdy pemerintah daerah telah berupaya untuk menarik investor, namun hingga tahun 2018 belum satupun yang sanggup mengelola.

Salah satu kendala kata Rusdy, karena fasilitas di gedung itu banyak yang rusak. “Sudah ada 4 investor, tapi semuanya mengundurkan diri. Karena saat melihat kondisi bangunan banyak yang rusak,” tegasnya.

Padahal kata Rusdy, hasil produksi rumput laut di Sumenep sangat besar dibandingkan Kabupaten m/Kota di Jawa Timur. Tahun 2017 produksi rumput laut sekitar 530.422 ton dengan luas lahan 287.324 hektar.

“Sumenep jadi penghasil rumput laut terbesar di Jawa Timur. Kami berupaya kedepan agar bantuan itu segera difungsikan,” tegasnya. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *