banner 728x90
Tak Berkategori  

Menghirup Asap Mesin Pompa Air Didalam Sumur, Empat Orang Meninggal Dunia


SUMENEP, (TransMadura.com) – Empat orang meninggal dunia
Akibat menghirup asap mesin pompa air/ konor didalam sumur denga kedalaman kurang lebih 50 meter, kamis (12/4/2018).

Empat korban tersebut diketahui bernama Tosan (45) asal warga Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya, Kecamatan Batuputih. Sugik (27), Junaidi, Sumahbi (47) ketiganya adalah warga Dusun Muraas, Desa Badur, Kecamatan Batuputih.

banner 728x90

Peristiwa bermula sekira pukul 16:15 wib, disumur milik Tosan (Korban) berlokasi di Dusun Mongguk, Desa Juruan Daya, saat saudara tosan bersama anak sulungnya Tikyono (19) sedang memasang Pompa Air/ Konor berbahan bakar bensin ke dalam sumur.

“Maksud tujuan mereka mau mengaliri air ke tegal milik tosan yang ditanami jagung,” Kata Kasubag Humas Polres Sumenep, Abd Mukid.

Kemudian, Tosan turun kedalam sumur. sedangkan Tikyono berada di luar sumur dengan menggunakan tali tampar menurunkan mesin tersebut.

Namun, setelah mesin pompa air tersebut sampai di bawah sumur, lalu di hidupkan oleh tosan. Setelah hidup pompa air tersebut tosan naik ke atas sumur untuk melihat apakah air dapat mengalir atau tidak.

“Setelah dipastikan sudah mengalir ke tegal, tosan mengambil bambu kemudian masuk kembali ke dalam sumur dengan membawa bambu,” jelasnya.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Tosan (Korban) berusaha menancapkan bambu beberapa kali ke dalam mata air tersebut agar mata air didalam sumur tidak tersumbat dengan lumpur.

“Tak lama kemudian, tosan merasa pusing, sesak nafas serta lemas. Hal demikian, tosan mematikan mesin pompa air tersebut dan merintih kesakitan hingga terdengar keatas sumur,” ungkapnya.

Mendengar rintihan suara Tosan, Tikyono putra sulungnya kemudian memanggil manggil bapaknya. Namun tak ada jawaban dan terdengar suara benda jatuh ke dalam air.

“Setelah dilihat ternyata di dalam sumur banyak asap putih yg keluar dari pompa air yang dimasukkan ke dalam sumur. Spontan Tikyono lari ke teras depan rumah sambil berteriak menangis dan bertemu dengan ibunya bernama Mua’,” ucap mukid.

Kendati demikian, dengan panik mua’ berlari ke jalan depan rumahnya memberhentikan sepeda motor yang di kemudikan oleh Masrono (Korban) (35) warga Dusun Moraas Desa Badur kecamatan batuputih.

Untuk meminta tolong agar menolong suaminya yang jatuh di dalam sumur. Masrono turun ke dalam sumur, setelah sampai di atas mesin pompa merasa pusing serta lemas kemudian berusaha naik keluar dari dalam sumur.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Setelah berhasil keluar, melihat warga sudah banyak berdatangan kemudian sugik dan junaidi masuk kedalam sumur untuk menolong tosan namun setelah ditunggu lama kedua orang tersebut tidak keluar dari sumur.

Tidak lama saudara Saleh (28) masuk ke dalam sumur, namun setengah perjalanan masuk kedalam sumur saleh merasa pusing dan berusaha naik keatas sumur.

Kemudian Sumahbi langsung masuk kedalam sumur tanpa ada yang menyuruh dan setelah ditunggu lebih kurang 10 menit tak kunjung naik dan dari dalam sumur keluar asap berwarna putih berbau tajam setelah itu tidak ada warga yang berani masuk kedalam sumur tersebut.

Dengan panik, keluarga korban meminta tolong keoada Sapran, (45) untuk mengeluarkan jenazah yang di dalam sumur dan sekira pukul 22.00 wib seluruh jenazah dapat dikeluarkan dari dalam sumur.

“Keempat korban dibawa ke rumah masing – masing dan dari pihak keluarga tidak mau dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum karena dianggap laka sendiri dan sudah takdir,” Tandasnya.

Reporter : Asm
Editor : Red

banner 336x280

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *