banner 728x90
Tak Berkategori  

FHK-2 Sumenep Masih Buka Yang Mau Bantu Keluarga Guru Budi Cahyanto, Dana Capai Rp 6Juta Lebih


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Forum Honorer Kategori Dua (FHK-2) Sumenep itu masih membuka kesempatan bagi yang tergerak untuk membantu leluarga Guru GTT (Honorer) Desa/Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang yang dibunuh muridnya sendiri pada hari lalu.

Sementara penggalangan dana untuk membantu mengurangi/meringankan beban keluaraga Budi Cahyanto (Almarhum) yang dilakukan oleh FHK-2 Sumenep sudah mencapai Rp 6,9 juta.

banner 728x90

“Totalnya saat ini Rp6.981.200. Mari kita berdoa agar guru Budi diberikan tempat yang layak dan keluarganya diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” kata Ketua FHK-2 Sumenep Abd Rahman , Senin, 5 Januari 2018.

Menurutnya, sumbangan itu didapat dari para donatur, dan aksi penggalangan dana yang dilakukan selama tiga hari terakhir ini. Itupun merupakan hasil pemberian dari masyarakat Sumenep dan donatur tetap.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

“Setiap donatur ada yang menyumbang Rp20 ribu hingga ratusan ribu. Sementara masyarakat ada yang Rp2 ribu hingga puluhan ribu,” tuturnya kepada media.

Rahman memaparkan, upaya itu sangat mengharukan dengan peristiwa itu, bagi semua guru di Sumenep. Apalagi honor yang diterima Budi setiap bulan jauh dari upah minimum kabupaten (UMK). “Peristiwa ini baru yang pertama di Madura, kedepan peristiwa serupa semoga tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya berpesan kedepan pendidik maupun pengelola sekolah untuk menanamkan akhlak dan budi pekerti yang baik sejak dini. “Salah satunya dengan cara penguatan ajaran agama dan peran BK disekolah untuk dioptimalkan,” tegasnya.

Namun menurut rahman, hasil penggalangan dana itu direncanakan akan diberikan kepada keluarga Ahmad Budi Cahyanto pada Rabu, 7 Januari 2018.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak UdangĀ  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Budi merupakan guru Kesenian di SMA Torjun Sampang, dia meninggal dunia setelah dianiaya MH yang saat ini duduk di kelas III. Budi dikabarkan mengalami pecah pembuluh darah disekitar kepala dan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di RS Dr Soetomo Surabaya. (Asm)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *