banner 728x90
Tak Berkategori  

Bagian Kesmas Pemkab Sumenep Dapat Apresiasi Masyarakat dan Aktivis Tahun Baru Rayakan Nuasa Religius


SUMENEP, (Transmadura.com) — Dalam malam Tahun Baru 2018 Bagian Kesejahteraan Masyarakatan (Bakesmas) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, dapat apresiasi dari masyarakat dan Aktivis. Salah satunya Forum Masyakat Inspiratif (Formatif) mengapresiasi dengan malam tahun baru merayakan bernuansa Religius “Maulid Nabi” di depan Masjid Jamik, masyarakat sumenep yang mayoritas islam.

“Ini yang “spektakuler” Dimana jutaan manusia pada jam 00.00 di tiap penutup tahun MASEHI gegap gempita dengan terompet, kembang api,dan lonceng. Kesmas Sumenep justru memberikan nuansa yang religius, kepada masyarakat Sumenep yang mayoritas penduduknya Islam,” kata Ketua Formatif Moh. Fadal kepada media ini.

banner 728x90

Menurutnya, Pemkab Sumenep, secara tidak langsung menyelamatkan masyarakat Sumenep yang mayoritas Islam
Agar tidak terjerumus dg Euforia hura hura. ” Saya Apresiasi terhadap pemkab Sumenep, Yang telah membukakan mata ummat Islam sumenep, agar tidak terjerumus untuk mengikuti jejak jejak ummat sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Ia memaparkan, Sebagaimana Rasullullah Saw bersabda “Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami (H.R.Tirmidzi no2695). Dari Abu Sa’id Al Khudri Ia berkata, Rasullullah SAW bersabda” sesungguhnya dari kalian akan mengikuti jejak ummat – ummat sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal,sehasta demi sehasta sehingga mereka masuk ke lubang biawak, Niscaya kalianpun akan masuk kepadanya.

Fadal mengungkapkan, Bukankah dengan membunyikan lonceng, menyalakan kembang api, meniup terompet Itu, adalah para penganut sebelum ummat Rasulullah SAW.

“Sekali lagi apresiasi buat pemkab Sumenep, Semoga Kegiatan Kesmas tersebut bisa buat renungan kaum muslimin Indonesia khususnya kaum muslimin Sumenep,” Tandasnya.

Tari Ulfa, salah satu jemaah yang mengikuti acara maulid juga mengapresisi dengan malam tahun baru diisi dengan kerohanian, karena ini akan berdampak kepada yang posotif, biar dimalam perubahan tahun tidak diisi dengan kegiatan yang tidak ada mamfaatnya.

“Ini ide yang sangat bagus, bisa mengubah kebiasaan masyarakat yang hanya hura – hura. Kesmas Sumenep apresiasi dari saya ide cemerlang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak UdangĀ  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakatan (Kabag Kesmas) Pemkab Sumenep Imam Fajar mengatakan, acara malam tahun baru memang diminta kepada pemerintah kabupaten Sumenep diisi acara islami yang dikemas “Maulid Nabi”, karena dengan acara seperti ini pada malam tahun baru, akan mengubah kebiasaan masyarakat merayakan pergantian tahun dengan hura – hura.

“Ini memang sengaja pada tahun baru mengubah kebiasaan dengan terselenggaranya acara ini. Kami memilih Ustad Yusuf Mansyrur sebagai penceramah itu atas permintaan dari masyarakat, karena sosok ustad mansyur sebagai figur penceramah yang bisa membawa masyarakat yang lebuh baik lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, Kegiatan sangat positif dan lebih bermamfaat ketimbang acara yang tidak bermamfaat, itupun kehadiran bupati dan wakil bupati sumenep, masyarakat biar semakin dekat,” tandasnya. (Asm)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *