banner 728x90
Tak Berkategori  

Resapan Air Dan Pompa Tak Bermamfaat, Malah Banjir Blusukan Ke Kantor Cipta Karya


SUMENEP, (Transmadura.com) —
Resapan Air Di Kantor Cipta Karya Dan Pompa Tak Bermamfaat, Malah Banjir Blusukan JugaKabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, khususnya daerah perkotaan yang sekarang ini sering dilanda banjir. Hal itu dapat tudingan dari beberapa kalangan aktifis, bahwa Dinas PU. Perumahan Rakyat, Pemukiman (DPRP) Cipta Karya tidak becus menata kota menangani banjir.

Ketua Forum Masyarakat Inspiratif (Formatif) Moh. Fadal, menuding bahwa Dinas DPRP PU. Cipta Karya Sumenep, gagal dalam menata kota dalam hal pembangunan draenase. “Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelontorkan dana yang cukup besar untuk PU cipta karya,” kata ketua aktifis Formatif, minggu 26 November 2017.

banner 728x90

Menurut Fadal, dalam beberapa terakhir ini, setiap datang hujan menjadi kota sumenep langganan banjir. Dan perbaikan drainase yg dilakukan oleh PU Cipta Karya,selama ini terkesan tidak ada manfaatnya.

“Pembangunannya selama ini seyogyanya untuk mengatasi masalah. Malah justru berbalik menimbulkan masalah baru, Toh faktanya Sumenep masih di kepung banjir”, ungkapnya.

Bahkan, menurut Fadal, didepan kantor PU Cipta Karya sendiri masih banjir. Walaupun di kantor PU Cipta Karya sendiri sudah ada “Embung resapan” dan mesin pompa sudah ada di kantor itu sendiri.

“Nyatanya masih terjadi banjir kan..?, Apakah ini bukan bukti, bahwa Kepala Dinas PU Cipta Karya tidak mampu mengatasi permasalahan banjir. ini terkesan hanya membuang buang anggaran tanpa ada Asas manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :   Pelaksanaan Pasar Murah, DPRD Sumenep Warning Tepat Sasaran

Kepala Dinas PU. Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Cipta Karya Bambang Irianto memberikan tanggapan banjir dikota sumenep yang terjadi akhir- akhir ini.

Inilah Yang Di Ceritakan Bambang Iriyanto Kadis Ciptakarya :

Kejadian hujan deras yg menimpa Sumenep 25 Nopemper 2018 sempat mengejutkan masyarakat dan viral di media Sosial,

Masyarakat menyalahkan pemerintah kab. Sumenep, lebih khusus, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta karya karena yg mempunyai tupoksi tentang penataan Ruang.

Kasus tersebut, diprotes dan dikritik oleh masyarakat yg rumahnya disambangi oleh banjir, namun harus ingat persoalan banjir sangat terkait antara hulu dan hilir artinya urusan hulu itu terkait dengan catchment area urusan hilir terkait dengan sungai yg berujung di laut yg elevasi muka airnya bervariatif tergantung pasang surut laut melalui kali marengan.

Kasus yg terjadi sebenarnya belum masuk katagori banjir masih dikatakan genangan di beberapa titik di kota Sumenep antara lain kampung arab, seputar pemkab, Sebelah barat SDN Damala, depan Madura chanel, seputaran perumahan BSA dan lainnya.

Genangan air itu terjadi karena sebab, pertama karena serapan air berkurang, gaya hidup masyarakat rumahnya dipaving, kedua membuang sampah sembarangan berakibat buntu saluran drainase.

Persoalan ini, sudah terjawab dengan masterplan penanggulangan banjir di kota disamping perlu antisipasi pembersihan drainase yg dilakukan oleh petugas pematusan setiap hari.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Lalu apa sebab kok terjadi genangan air masyarakat mengatakan banjir karena selain serapan sudah berkurang akibat gaya hidup masyarakat, juga harus disadari kali marengan yg menjadi pusat pembuangan air sudah tak mampu menampung.

Apa solusinya yg harus dilakukan ?
antisipasi awal dlm jangka pendek seperti di kampung arap segera dilaksanakan melewatkan limpasan air permukaan yg melalui jalan ke taman sisi kiri kali marengan sehingga mempercepat pembuangan air limpasan di jalan agar segera masuk ke kali marengan, sehingga bisa mengurangi genangan di kampung arap.

Langkah kedua, perlu adanya pompa
berdasarkan masterplan penanggulangan banjir di kota yaitu melakukan dan mengalihkan arus pembuangan air yg terpusat di kali marengan dipecah terbagi dua ke kali patrian sehingga arus air akibat hujan deras tak bertumpu di kali marengan disamping program pompa untuk antisipasi banjir di beberapa tempat yg dibangun diatas badan kali yg berkontribusi dengan sistim buka tutup pintu air, program ini sudah teragendakan tahun 2018
dan telah tuntas perencanannya dan APBD 2018 sudah disepakati oleh dewan, InsyaAllah awal tahun 2018 bakal diluncurkan dengan nilai anggaran 7 milyar…sambung doa semoga sukses dan bisa menjawab tantangan penanggulangan banjir di kota Sumenep. (Asm)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *