SUMENEP, (TransMadura.com) – DPRD Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendorong agar pelaksanaan pasar murah selama bulan suci ramadan tidak hanya digelar di perkotaan saja, akan tetapi juga menjangkau masing-masing kecamatan atau sampai ke pelosok desa supaya manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat bawah.
Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Rasidi menegaskan bahwa program pasar murah harus merata dan tepat sasaran, terutama ditengah tren kenaikan harga bahan pokok saat ini.
“Kalau bisa, jangan hanya di pusat kota, tetapi digelar sampai masing-masing kecamatan atau ke pelosok desa supaya lebih merata dan tidak terjadi penumpukan pembeli di satu titik,” tegasnya.
Kata dia, pelaksanaan di tingkat kecamatan akan memudahkan akses masyarakat kecil dan meminimalkan potensi praktik borong oleh pihak-pihak tertentu. Ia juga mengingatkan agar mekanisme distribusi diperketat untuk mengantisipasi adanya pengepul yang memanfaatkan selisih harga.
“Pendistribusian harus tepat sasaran. Jangan sampai yang tidak berhak justru memborong. Ini program untuk masyarakat yang membutuhkan, jadi pengawasannya harus ketat,” tegasnya.
Mantan bendahara GP Ansor Sumenep itu menilai, jika memang sudah ada subsidi harga maka dampaknya harus benar-benar signifikan. Ia berharap penurunan harga dalam pasar murah tidak sekadar simbolis, tetapi mampu menekan beban belanja rumah tangga selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
“Pada momentum ramadan sampai lebaran ini kebutuhan meningkat. Karena itu saya minta dinas terkait lebih aktif, lebih masif, dan menjangkau sampai ke kecamatan dan pelosok desa,” tandasnya.
DPRD Sumenep kata dia memastikan akan terus mengawal kebijakan ini agar pasar murah bukan sekadar agenda rutinan, melainkan solusi konkret menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat Kabupaten Sumenep.
Pemkab Sumenep bersama Pemprov Jatim menggelar pasar murah di Taman Adipura pada Rabu 25 Februari 2026. Pasar murah tersebut digelar dalam satu kali kerja sama antar Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep.
“Ini hanya satu hari kerja sama dengan Pemprov Jatim,” kata Kepala Bagian Perekonomian, Energi, dan Sumber Daya Alam (ESDA) Setkab Sumenep, Dadang Dedy Iskandar kepada media.
(*)














