banner 728x90
Tak Berkategori  

Miris! Wisata Mangrove Pantai Pulau Sapeken Penuh Sampah


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Persoalan sampah berserakan bibir pantai wisata Mangrove di Kecamatan/Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, dapat sorotan warga setempat. Pasalnya, selama ini peran serta pemerintah belum terlihat dalam mengatasi sampah di Pulau suku bajo tersebut.

Hal itu disampaikan, Fron Mahasiswa Berdikari (FMB) Pulau/ Kecamatan Sapeken, Akbar mengatakan, saat ini kebiasaan sebelumnya masyarakat membuang sampah sembarangan di dermaga.

banner 728x90

“Peran serta pemerintah dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk membuang sampah tidak sembarangan tempat saat ini belum ada,” katanya.

Sehingga, dengan semua itu, pantai dan khususnya di wisata mangrov saat ini terlihat kotor sampah plastik berserakan. “Ini kan perlu peran serta pemerintah juga, untuk memberikan fasiltas tempat sampah dan sosialisasi penyadaran,” ungkapnya.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak UdangĀ  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Bahkan, lanjut Akbar, walaupun diketahui peresmian Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R telah diresmikan Bupati pada dalam Kunjungan Kerja kemarin. Samapai sekarang belum ada upaya pengoperasian bantuan yang memakan anggaran Rp. 500 juta tersebut.

“Sampai saat ini belum ada reaksi pengoperasian TPS 3R, odong odong sampah roda tiga yang berikan pemerintah, tapi konsepnya saat ini belum jelas untuk penanganan sampah itu,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya menyatakan, terkait konsepsi penanganan dari KPL secara kongkrit paska peresmian, sedangkan, TPA telah siap, dan odong odong sampah disimpen (belum beroperasi).

“Konsepnya belum kongkrit, bahkan , saat ini adong odong masih disimpan, tidak beroperasi,” ujarnya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Ernawan Utomo, mengatakan, dalam pengolaan sampah butuh peran serta masyarakat. “Tanpa peran serta masyarakat pemerintah tidak bisa berbuat apa apa,” ujarnya.

Baca Juga :   Ketertinggalan Pembangunan Wilayah Kepulauan Dapat Sorotan Fraksi NasDem DPRD Sumenep

Sehingga, pihaknya mengaku, disadari atau tidak pemerintah kabupaten Sumenep dalam aksi DLH saat ini belum ada pelayanan kepada kecamatan Sapeken, di wisata mangrov yang sampah saat ini berserakan. “Disadari atau tidak pelayanan kecamatan Sapeken belum ada,” ngakunya.

Namun, jelas Iwan, hal itu pemamfaatan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) P3R yang saat ini dalam proses pembangunan bisa dimamfaatkan secara maksimal.

“Mudah mudahan dengan adanya tempat pembuangan sampah bisa menyelesaikan persoalan sampah di kecamatan sapeken, sementara itu yang dilakukan pemerintah dan tetap berupaya untuk kecamatan pulau sapeken,” tutupnya.

(Asm/Fero/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *