SUMENEP, (TransMadura.com) – Capaian prestasi terasa belum maksimal khususnya pembangunan di kepulauan. Pasalnya, ganjalan Bupati KH. A. Busyro Karim capaian pembangunan serasa belum maksimal, seperti absensi online tidak jalan dengan baik.
“Capaian prestasi, saya kira serasa belum maksimal, khususnya kepulauan,” kata Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, saat safari kepulauan waktu lalu.
Buya menjelaskan, di kepulauan khususnya, seperti absensi online tidak jalan dengan baik, sebab faktor sinyal. “Saat kami menghadap ke Menteri meminta untuk memprioritaskan tower tower di kepulauan dan yang lainnya,” ungkapnya.
Sebab, lanjut suami Nurfitriyana ini, warga pulau bisa beli HP tapi tidak ada sinyal. “Itu menjadi tantangan, karena untuk mengangkut tower ke daerah Desa sakala butuh biaya besar, itupun untuk transportasinya saja,” ucap Busyro.
Sehingga, jelas Politisi PKB tersebut, selama ini hanya kuat secara loby saja bisa masuk ke Desa Sakala. “Kalau tidak kuat di loby, untuk apa masuk ke Sakala, karena kalau dari sisi bisnis tidak ada, tapi karena masih ada pelayanan, wes oke di Desa Sakala sudah ada,” ungkapnya.
Namun hal itu, masih menjadi tantangan, dari informasi yang masuk ke Bupati, bahwa kalau ada angin kencang tower banyak yang rusak. “Ini masalah khusus daerah kepulauan,” ujarnya.
Sementara, hasil evaluasi ke Kepulauan program akan datang, saat kunjungan kerja, menurut Bupati, ditiap kecamatan berbeda beda, dan semua ada kemajuan di infrastruktur, namun hanya kecamatan nonggunong masih kurang, dengan tangkis laut. Yang hampir setiap tahun dianggrakan, setiap tahun juga selalu rusak.
“Setiap dua tahun dianggarkan rusak lagi, apakah ada ombak darat, dan itu bisa dipahami kan,” ujarnya sambil ketawa dengan nada nyindir.
(Asm/Red)














