banner 728x90
Tak Berkategori  

DLH Sumenep, Dapat Anggaran Rp920 Juta Untuk Pengadaan Truk Sampah


SUMENEP, (TransMadura.com) – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menganggarkan sebesar Rp920 juta untuk pembelian armada mobil truk sampah di tahun 2019.

“Anggaran pembelian amrol dibiayai APBD II, sementara untuk anggaran pembelian dump truk dianggarkan melalui APBN,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, DLH Sumenep, Agus Salam.

banner 728x90

Dia mengatakan, anggaran tersebut bakal direalisasikan untuk pembelian satu unit truk sampah amrol dengan anggaran Rp500 juta, dan satu unit dump truk sampah dengan anggaran sebesar Rp420 juta.

“Anggaran pembelian amrol dibiayai APBD II, sementara untuk anggaran pembelian dump truk dianggarkan melalui APBN,” ungkap Agus Salam,

Proses pengadaan dua unit truk sampah, kata mantan Dosen ini, akan dilakukan melalui proses lelang di LPSE Sumenep. “Ini masih dalam proses lelang, tapi dipastikan tahun ini,” ungkapnya.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak UdangĀ  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Dengan bertambahnya pengadaan armada sampah itu kata Agus, akan memaksimalkan pengelolaan sampah di Sumenep kedepan. Selain itu juga mendorong rencana pelebaran pengelolaan sampah, yang selama ini hanya terpusat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kalianget, Kota Sumenep dan Kecamatan Batuan.

Belum melebarnya cakupan pengelolaan sampah itu lanjut Agus, salah satunya karena minimnya armada. Saat ini armada yang tersedia hanya 15 unit, itupun sebagian sudah tidak laik jalan, karena kondisinya sudah lapuk. (Asm/Red)

“Nanti kalau terus ada pengadaan, truk yang tua-tua seperti keluaran tahun 1991 akan dikandangkan. Karena biaya perawatannya cukup mahal, dan jika ketersediaan armada sudah memadai, maka pengelolaan sampah akan diperlebar ke kecamatan terdekat, seperti Kecamatan Manding dan Kecamatan Saronggi,” tegasnya.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

Dilihat dari jumlah kecamatan sambung Agus, ketersediaan armada sampah masih kurang 12 unit dengan estimasi setiap kecamatan satu armada sampah.

“Mestinya satu kecamatan memiliki sat armada,” tegasnya.

Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 kecamatan, baik daerah kepulauan maupun daratan. “Untuk pengelolaan sampah di kepulauan nanti kita akan melakukan terobosan, agar bisa dikelola di daerah setempat, sehingga sampah tidak menyatu di TPA (tempat pembuangan akhir) sampah,” tegasnya. (Asm/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *