SUMENEP, (TransMadura.com) –
Komandan Kodim (Dandim) 0827 Sumenep, Madura, Jawa Timur, gelar upacara dan peletakan batu pertama program pra TMMD ke- 104 2019, di Desa Larangan Kerta, Kecamatan Batuputih, jum’at (8/2/2019).
Pembukaan diawali dengan upacara yang dipimpin langsung Dandim 0827, Letkol Inf Sudiatna yang diikuti oleh satuan TNI Kodim 0827, Satuan Polres, pemerintah setempat, non pemerintah, Kades, Linmas, pramuka, perangkat desa, tomas dan pemuda.
Komandan Kodim 0827 Sumenep, Letkol Inf Sudiatna menyampaikan, TMMD yang ke-104 2019 ini, sebagai program lintas sektorial melibatkan TNI, Pemerintah dan non Pemerintah bertujuan untuk menjadi satu kesatuan untuk meberdayakan masyarakat.
“Hari ini adalah pembukaan pra secara seremonial, namun harapannya secara resmi terhitung sejak dimulai tanggal 27 Pebruari 2019 yang dikaksanakan secara serentak seluruh indonesia selama kurang lebih 30 hari,” katanya.
Dia menuturkan, sasaran fisik Kecamatan Batuputih khusnya pembangunan daerah kodim 0827. Namun pelaksanaan pembangunan gedung pendidikan madrasah dari nol yang akan dilaksanakan selama 30 hari, sehingga akan dihadapkan dengan kondisi cuaca saat ini, tidak akan mencapai target. “Makanya ini dilaksakan pra dengan rangkaian untuk mempercepat pelaksanaan TMMD ke-104 ini, upaya capaian seratus persen” ungkapnya.
Sementara kata sudiatna, kegiatan ini akan dilaksanakan didua desa, yakni Desa Larangan Kerta dan Desa Batuputih laok, namun untuk sasaran fisik untuk program TMMD tersebut, adalah pengaspalan jalan didua lokasi, pembangunan madrasah dan rehabilitas masjid dan pembangunan MCK. “program TMMD ini dilakukan didua Desa,” jelasnya.

Kegiatan ini adalah kerjasama TNI Polri dan pemerintah daerah khususnya pemkab Sumenep dan menjadi harapan akan dampak mamfaat yang lebih besar, tidak hanya pembangunan saja, akan tetapi juga bisa menciptakan situasi kondisi diwilayah umumnya sumenep khususnya kecamatan batuputih lebih aman kondusif. “Tujuan kami TNI lebih pada mensejahterakan masyarakat.
Sasaran non fisik ada kegiatan penyuluhan dari dinas terkait dan kepolisian terkait dengan maraknya narkoba yang saat ini meraja lela. “Dari kita sendiri TNI penyuluhan tentang kebangsaan,” tukasnya. (Asm/Red)


