banner 728x90
Tak Berkategori  

Div Propam Polda Jatim, Luruk Pengacara Sumenep, Ada Apa?


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Paminal Propam Polda Jatim, datang ke Kabupaten Sumenep, Madura, menindaklanjuti laporan beberapa waktu lalu. Pasalnya, kedatangannnya untuk menemui salah satu pengacara bernama Safrawi.

Namun, kedatangan Paminal Div Propam Polda Jatim, membuat terkejut Syafrawi, sebab selama ini belum pernah melayangkan laporan tersebut.

banner 728x90

Informasinya kedatangan Paminal Div Propam Polda Jatim itu menindaklanjuti laporan yang disampaikan atas nama Syafrawi kepada Paminal Div Propam Mabes Polri. Laporan itu berkaitan dengan penanganan kasus pada bulan Juli 2017 di Mapolres Sumenep dan dilaporkan pada bulan Juli 2018 kemarin.

Padahal, Pengacara asal Kabupaten Sumenep, Madura ini, tidak merasa melaporkan kinerja Polres kepada Div Propam Mabes Polri sebagaimana yang disampaikan oleh orang yang dia tidak dikenal itu. 

Baca Juga :   Pangdam V Brawijaya Cek Pembangunan KDMP di Desa Sendang, Progres Hampir 100 Persen

“Saya tidak merasa melaporkan pelayanan Polres yang buruk ke masyarakat kepada Div Propam Mabes Polri,” katanya, Senin, (21/1/2019).

Anehnya, setelah berkas laporan dicek ternyata tidak memenuhi unsur. Salah satunya pelapor tidak mencantumkan alamatnya. “Alamat pengirim tidak jelas, dan lampiran masalah yang di laporkan juga tidak ada. Tapi kenapa harus mencatut nama saya,” jelasnya.

Sampai saat ini Syafrawi belum mengetahui siapa pengirim surat laporan itu. Namun, dirinya berkeyakinan pencabutan itu dilakukan untuk merusak nama baik dirinya. “Tentu ada orang yang ingin nama saya jelek, baik dikalangan penegak hukum atau dimasyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Syafrawi mengatakan, peristiwa itu tidak akan berdampak pada dirinya sebagai seorang lawyer. Dirinya mengaku pengaturan nama tersebut menjadi cambuk untuk terus membela kebenaran.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

“Sedikitpun saya tidak gentar, karena saya yakin selama saya berdiri dan berjuang mengungkap kebenaran, dan menegakkan keadilan dengan ikhlas, maka Allah akan selalu memberilan jalan yang terbaik,” ungkapnya.

Sebaliknya Syafrawi mendoakan agar orang yang telah mencatut namanya segera diberi kesadaran atas perbuatannya yang dianggap bertentangan dengan hukum.

“Siapapun yang mencoba untuk menutup rapat kedzaliman dengan membuat tipu daya. Berhentilah menggunakan cara-cara yang tidak baik, karena apa yang dilakukan akan kembali pada dirinya,” tegasnya. (Asm/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *