SUMENEP, (TransMadura.com) – Rumput yang tumbuh di sekitar tanaman padi jika dibiarkan akan berdampak dan menghambat pertumbuhan tanaman utama (padi). Para petani menyebutnya rumput tadalah “Gulma”.
Dengan tumbuh berkembangnya gulma (rumput liar) terlebih suburnya menutupi pertumbuhan padi maka hal ini akan mengakibatkan tanaman padi menjadi kurang subur dan dapat menjadikan tanaman kurang sehat bahkan bisa pula mati. Minggu,(20-1-2019)
Guna untuk mengantisipasi hal tersebut Babinsa Gapura Tengah Koramil 16/Gapura Serda Winarto mempelopori petani binaan melakukan kegiatan penyiangan rumput liar (gulma) di areal sawah milik Bapak Suhadi yang berlokasi di Desa Gapura Tengah Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.
Penyiangan tanaman padi ini bertujuan untuk membersihkan tanaman yang sakit, mengurangi persaingan penyerapan hara dan mengurangi persaingan penetrasi sinar matahari. Tanaman padi yang tumbuh harus mendapatkan semua nutrisi dan pengairan secara optimal.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata peran serta TNI dalam hal ini dilakukan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk mendukung dan mensukseskan swasembada pagan yang sudah diprogramkan oleh pemerintah,” terang Serda Winarto.
Bapak Suhadi selaku pemilik sawah merasa bangga dan mengucapkan banyak terima kasih sudah mendapatkan uluran tangan Babinsa yang selalu membantu para petani bahkan mau terjun langsung ke sawah di bawah panas terik matahari yang menyengat.
Ditempat terpisah, Danramil 0827/16 Gapura Kapten Inf Prajoko menuturkan, kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan tugas pokok dan upaya khusus (Upsus) pertanian.
“Selain itu, pendampingan yang dilakukan Babinsa di wilayah binaan bertujuan untuk memberikan dukungan dan semangat kepada kelompok tani sehingga mampu meningkatkan produktifitas pertanian,” ujar Danramil.
Peran Babinsa sangat diperlukan sebagai pelopor agar para petani tetap terus bersemangat dalam merawat tanamannya di sawah. “Semoga dengan pendampingan yang intensif para petani akan selalu mendapatkan hasil panen yang maksimal,” pungkasnya”. (Ratman/Red)


