banner 728x90
Tak Berkategori  

Ribuan Masyarakat Sumenep Banjiri Gema Tabligh Akbar Pergantian Tahun 2018


SUMENEP, (TransMadura.com) – Sambut pergantian tahun baru 2018- 2019, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar Gema Shalawat dan Tabligh Akbar, didepan masjid Agung Jalan Trunojoyo, senin, (30/12/2018).

Acara yang dihadiri Bupati Sumenep, A. Busyro Karim , juga dihadiri 4000 undangan terdiri dari Forpimka Sumenep, sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Sumenep, sejumlah Ponpes, pendidikan dan masyarakat umum.

banner 728x90

Namun dalam kesempatan itu juga, diisi pengajian umum hadir sebagai penceramah yakni, KH. Muhammad Tamim Sufyan Miftahul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bunga, Seletreng, Situbondo.

Bupati Sumenep, A Busro Karim dalam sambutannya menyampaikan,. bahwa pergantian tahun baru ini merupakan momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik secara vertikal maupun horizontal.

Baca Juga :   Kasus Sengketa Lahan PT EML Kembali Mencuat, Kinerja Polresta Sumenep Dipertanyakan

“Semoga tahun 2019, kita lebih baik lagi dari tahun 2018 dalam menjalankan kehidupan, baik di dunia maupun untuk akhirat nantinya. Maka diharapkan rayakan malam tahun baru dengan seadanya, atau jangan berlebihan,” katanya, Senin (31/12/2018).

Ia berharap semoga momentum pergantian tahun ini tidak sekadar formalitas, tapi menyentuh esensi hijrah yg sebenarnya.

“Hijrah dari kegelapan menuju cayaha islami, dari kekufuran menuju keimanan,” tandasnya.

Sementara, ribuan masyarakat dari berbagai penjuru sangat antosias ikut memeriahkan perayaan gema shalawat akbar untuk memanjatkan doa pada pergantian tahun ini. (Asm/Red)

banner 336x280

Respon (1)

  1. This gathering frames the new year as a moment for reflection, community, and practical self-improvement rather than excess. That emphasis still feels relevant, especially when people are sorting through a lot of information and advice online. Curated directories such as https://www.aivitamin.org/ can help people find useful AI tools without treating technology as a replacement for judgment or local values. The key is keeping the tools in service of real needs and informed choices. That fits well with the article’s call for substance over ceremony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *