banner 728x90
Tak Berkategori  

Ini Bantahan Pihak Puskesmas Pragaan Terkait Protes Keluarga Pasien Meninggal


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Protes warga Desa Pragaan Daya, dengan melakukan aksi didepan UPT Puskesman Kecamatan Pragaan, tidak terima terkait pelayanan yang tidak memuaskan sehingga pasien bernama Abdul Muis sampai meninggal dunia, pada rabu (19/12/2018) waktu lalu.

Aksi demo bentuk protes dari keluarga Pasien saat dirawat di Puskesmas tersebut yang sudah kritis sampai keluarga pasien meminta untuk di rujuk rawat ke RSUD Dr Moh Anwar Sumenep, Madura, Jawa Timur.

banner 728x90

“Saya meminta sulitnya minta ampun, alasannya masih menunggu konfirmasi dari RSUD Sumenep. Herannya juga pasien yg sudah kritis tidak ada obat obatan yang masuk hanya cairan infus saja setelah kami mara-marah baru ada obat yang di masukkan,” kata keluarga korban Misbahul Umam

Baca Juga :   Pangdam V Brawijaya Cek Pembangunan KDMP di Desa Sendang, Progres Hampir 100 Persen

Menurutnya, keluarga pasien menduga di tenggorokan pasien ada cairan mengendap malah di biarkan. ” Saya tak habis fikir, setelah kami meminta lagi baru cairan yang mengendap di tenggorokan pasien di sedot,” katanya.

Lanjutnya, setelah pasein mau dirujuk ke RSUD Sumenep, diperjalanan sesampainya di Pom Bensin Desa Pakandangan pasien kritis akhirnya menghembuskan napas terakhir dan meninggal dunia. “Ini keterlambatan sopir ambulan, alasan pihak puskesman sopir tidak ada. sehingga kami menunggu sampai dua jam,” jelasnya.

Kepala UPT Puskesmas Pragaan, dr Yatimol, menjelaskan saat dikonfirmasi media ini, bahwa pasien tersebut sudah sangat kritis sakit setroke. Bahkan, semua obat obatan sudah kami masukkan dan tensinya saja sudah 200. “Pasien saat itu sudah kondisi kritis mas. Dia kritis kena penyakit stroke,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pelaksanaan Pasar Murah, DPRD Sumenep Warning Tepat Sasaran

Ditanya sopir ambulan tidak ada. Menurut dr yatimol, sopir ambulan mengaku ada. Sebab yang merujuk ke RSUD sumenep adalah sopir ambulan.

“Keterlambatan itu, ada sebagian keluarga pasien saat mau dirujuk beda tujuan rujuk. Ada bilang mau dirujuk ke RSUD dan ada yang bilang mau dirujuk ke Dr Mujib, sehingga pengaruh lambatnya proses rujukan,” ucapnya. (Madi/Red)

banner 336x280

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *