banner 728x90
Tak Berkategori  

Penyegelan SDN Sepanjang V, Kabid Dikdas Sumenep Mengaku Prihatin


SUMENEP, (TransMadura.com) – Tindakan penyegelan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sepanjang V, Desa Tanjung Keok, Kecamatan /Pulau Sapeken yang dilakukan warga setempat, membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) Siswa sedikit terganggu.

Terjadinya hal ini Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Sumenep, Fajarisman mengaku ikut prihatin, denngan adanya penyegelan tersebut. “Mestinya tidak usah menyegel sekolah,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Senin, (26/11/ 2018).

banner 728x90

Fajar menjelaskan, mestinya warga tidak langsung melakukan penyegelan, melainkan mencari solusi lain. Karena apabila gedung sekolah disegel berdampak buruk pada KBM. “Kasihan ke anak-anak itu, kalau semua ditutup kasihan. Anak-anak tidak sekolah, kapan mau pintar, belajar saja sulit apalagi tidak belajar,” jelasnya.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Soal penambahan guru PNS, pihaknya memaklumi karena Kabupaten Sumenep selama lima tahun terakhir melakukan moratorium CPNS. Untuk memenuhi kebutuhan guru telah terpenuhi dengan huru honorer kategori dua (K2). “K2 di gaji di honor oleh pemerintah,” jelasnya.

Namun, pihaknya belum bisa memberikan kejelasan mengenai sejumlah guru PNS yang disinyalir sering bolos. Karena diluar tupoksi bidang yang sekarang dijabat saat ini. “Ke Ketanagaan ke Pak Saleh, kalau sekolah disegel, anak malas kesaya,” tegasnya. 

Sebelumnya, Warga melakukan aksi penyegelan SDN Sepanjang V, Minggu, 25 November 2018 sore. Aksi tersebut sebagai bentuk protes karena guru yang ditugaskan sering tidak masuk. Kondisi tersebut menyebabkan KBM tidak maksimal, setiap hari siswa selalu pulang pagi karena hanya diajari oleh guru yang berstatus honorer. (Fero/Red)

banner 336x280

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *