banner 728x90
Tak Berkategori  

Proyek Butur Seal Sapeken Diduga Janggal, Komisi III Akan Melakukan Sidak


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Komisi III DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan melakukan sidak
Pekerjaan proyek Butur Seal di Desa/Kecamatan/ Kepulauan Sapeken, Madura, Jawa Timur dengan anggaran Rp 738.140.000 diduga janggal.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep, H Joni Widarso, mengatakan, terkait pekerjaan Butur Seal di Desa/Kecamatan/ Kepulauan Sapeken, disinyalir ada kejanggalan.

banner 728x90

Namun, sampai saat ini Dinas PU Bina Marga setempat, belum melakukan coredril (pengukuran ketebalan). “Saya akan melakukan reses ke kepulauan dan sekaligus mau sidak pekerjaan tersebut,” katanya. Kamis (15/11/2018).

Lanjut Wiwit sapaan akrabnya, mengharapkan kepada Dinas PU Bina Marga agar secepatnya, melakukan pengukuran ketebalan, sampai saat kayaknya belum berani melakukan hal tersebut.

“Kenapa dinas itu tidak melakukan, padahal dua minggu lalu sudah turun ke pulau kangean melakukan coredril, kenapa tidak langsung mampir ke Sapeken. ini ada apa? kalau memang tidak sanggup membiayai, saya yang membiayai,” katanya dengan tegas.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Memang, kata politisi partai gerindra ini, jalan itu kondisi baik dan tujuan baik, ternyata perkerjaannya jauh dari harapan masyarakat. ” Dalam waktu dekat saya akan melakukan sidak,kalau belum dilakukan, sebab, pekerjaan ditengarai tidak sesuai spesifikasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Pekerjaan yang dibangun diatas paving itu hanya berkisar 0,5 centimeter. Padahal, seharusnya proyek itu memiliki 2 centimeter. Selain itu, ditengarai kegiatan itu tidak ada revling pada jalan-jalan yang berlubang. Sehingga, dinilai menyalahi aturan.

Karena terlalu rendah, maka berdampak pada kondisi jalan yang bergelombang, tidak rata. Apalagi, jalan itu dibangun diatas paving.

Bahkan, disinyalir lebih bagus pavingnya dari Butur Seal itu.
karena berada paving maka jalan yang berlubang kemungkinan tidak direvling. Sehingga, menyebabkan hasilnya tidak maksimal.

Sementara Idham Halil PPKo (Pejabat Pembuat Komitmen) Bina Marga Sumenep proyek tersebut membantah, memang waktu kemarin melakukan Coedril Asbuton di kangean, tapi sengaja memang tidak mekakukan gelar ke Pulau Sapeken, karena untuk digabungkan dengan berkala, dan berencana melakukan gelar kelayakan uji ketebalan, tanggal 22/11/2018 besok.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

“Kami bukan ada apa-apa kemarin, tetap akan melakukan coedril, ini hanya nunggu waktu,” katanya, jum’at (16/11/2018) saat ditemui diruang kerjanya.

Menurutnya, apabila memang ditemukan tidak adanya kesesuaian maka akan diminta rekanan untuk melakukan perbaikan. Sebab, ketebalan yang di proyek tersebut 2 centimeter.

“Akan kami lihat. Yang jelas, pembayaran pekerjaan disesuaikan dengan hasilnya, ” ungkapnya.

Ditanya, pekerjaan tidak sesuai spek?, dia menampik pekerjaan butur seal itu dilakukakan secara manual. pekerjaan Butur Seal tidak jauh beda dengan pekerjaan Asbuton.

“Revling juga dilakukan oleh rekanan. Intinya, kami akan cek nanti. Kami tidak main-main dalam proyek tersebut, ” tukasnya Kasi Pembangunan Jalan ini. (Asm/Fero/Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *