SUMENEP, (TransMadura.com) –
Renacana Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Nurfitriyan Busyro, untuk melakukan agenda konsolidasi PKK ke Kecamatan Ganding, yang kedatangannya ada penolakan Aliansi Pemuda Ganding (APG), disinyalir ada maksud politisi kampanye terselubung. Namun rencana tersebut gagal.
Nurfitriyana Busyro tak lain Istri Bupati Sumenep tersebut, menjadwalkan konsolidasi PKK ke Kecamatan Ganding pada hari senin (8/10/2018). Namun gagal dengan alasan belum ketemu tanggal yang pas. “Bukan gagal tapi belum menemukan tanggal yang pas,” kata Ketua PKK Sumenep Nurfitriyana Busyro dalam WhatsAPPnya, sabtu (6/10/2018).
Menurut istri Bupati yang notabeni sebagai Caleg DPRD Jatim yang diusung partai PKB ini menyampaikan, gagalnya acara tersebut, bukan karena ada rencana aksi demo, namun memang jauh hari sudah deal menjadwalkan mengundurkan tanggal.
“Gagal bukan karena ada demo, tapi diundur saya ada rencana ke surabaya dan juga awalnya ke Kepulauan, tapi ini belum fixs yang mana nanti yang jalan” ucapnya.
Sebelumnya, Aliansi Pemuda Ganding (APG) akan melakukan aksi penolakan terhadap rencana kedatangan Ketua Tim Penggerak PKK, Sumenep, Nurfitriyana Busyro ke Kecamatan Ganding yang juga notabeni sebagai Caleg DPRD Jatim, pada hari Senin (08/10) mendatang.
Pasalnya, aksi penolakan tersebut, sebab kehadiran istri bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilakukan karena segenap pemuda Ganding menduga adanya muatan politis terselubung dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. (Asm/Red)


