SUMENEP, (TransMadura.com) – Melakukan pendekatan kepada masyarakat di wilayah binaan secara intensif dengan terus melakukan kegiatan komunikasi sosial kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengetahui berbagai permasalahan dan mencarikan jalan keluar atau solusi yang terbaik pada setiap persoalan yang terjadi, selain itu juga guna merapatkan jalinan silaturahmi yang selama ini telah terjalin dengan baik antara TNI dengan masyarakat.
Itulah yang selalu digalakkan oleh Babinsa Ramil 0827/17 Dungkek Serda Mukti. Di harapkan dengan kegiatan tatap muka seperti ini sinergitas antara Babinsa dengan warga binaan dapat terbina dengan baik, sehingga rasa saling memiliki, saling menjaga dapat tercipta guna keamanan dan kedamaian di wilayah Desa Dungkek Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur.
Dalam Komsosnya tersebut Babinsa Ramil 17/Dungkek Serda Mukti menguraikan tentang pemberdayaan Babinsa di tengah masyarakat dalam mendeteksi, mengidentifikasi, mencegah aksi radikalisme yang tercermin dalam gerakan terorisme, ekstrimisme, dan fundamentalisme. Sabtu, (24/3/2018).
Kapten Chb. Hunan Yuliantoro menjelaskan bahwa Babinsa merupakan anggota TNI yang memiliki tugas menjaga pertahanan dan keamanan nasional. “Babinsa bertanggung jawab atas pelaporan dan pengawasan kondisi demografi, kondisi sosial masyarakat yang berdampak pada pertahanan keamanan nasional,” katannya.
Babinsa merupakan prajurit pertama dari barisan TNI yang langsung turun ke tempat kejadian di tengah-tengah warga dan harus dekat dengan seluruh warga.
Secara umum, tugas seorang Babinsa adalah membina teritorial. Ia menjadi tempat mengadu masyarakat terkait hal-hal yang berdampak pada keamanan nasional, begitu juga dituntut untuk dapat memetakan kondisi teritorialnya. “Setiap saat pemetaan diaktualkan sehingga jika terjadi sesuatu di wilayahnya ia sudah tahu,” tutup Danramil.
Reporter : Man
Editor : Red


