banner 728x90
Tak Berkategori  

Salim, Korban Terset Aliran Kali Patrean Asta Katandur Ditemukan Tak Bernyawa


SUMENEP, (TransMadura.com) – Dua pemuda korban hilang Fikri (22) dan Salim (22) terhanyut aliran sungai/dam di Kali Patrean Asta Katandur hari kemarin. Namun Fikri ditemukan selang beberapa jam pada hari itu sudah keadaan meninggal dunia.

Petugas kepolisian bersama Kodim 0827, BPBD terus melakukan pencarian korban kedua yang belum ditemukan bernama Salim (22) warga Desa Pamolokan.
Namun, pecarian dihentikan karena sudah hampir gelap mata hari terbenam.

banner 728x90

Pencarian dilanjutkan keesokan harinya dibantu beberapa personel diterjunkan berhasil menemukan korban Salim (22) warga Desa Pamolokan, di sungai Desa Kacongan sudah tidak bernyawa (meninggal dunia) tak jauh dari korban Fikri warga desa Bangkal, yang ditemukan sebelumnya.

“Salim sudah ditemukan dan sudah ada di ruang jenazah rumah sakit Sumenep,” kata Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Abd Mukid.

Menurutnya, ditemukannya mayat Salim (22) Senin (12/03/2018) sekira pukul 9:15 wib di sungai Desa Kacongan, atas kerjasama dari tim Basarnas Surabaya bersama aparat kepolisian, BPBD, Kodim Sumenep.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Sebelumnya peristiwa itu, Dua pemuda, Fikri (22) (korban) warga Desa Bangkal, Kecamatan Kota, Sumenep, dan Salim (22) warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sumenep, korban karena terseret aliran sungai yang sangat deras, pada saat itu, diduga dalam kondisi mabuk (minuman keras).

Menurut keterangan saksi mata Syaiful, warga Perumnas Giling, Desa Pamolokan, menyampaikan, bahwa awal peristiwa terjadi, pada pukul 8:00 wib Fikri (korban) bersama Roni duduk dipinggir Dam/ bantaran kali patrean Asta Katandur posisi di selatan sungai.

setelah itu datang temannya lagi Danil Warga Kebunan Desa Kebunan, dan Salim (Korban) warga Desa Pamolokan mengajak Roni dan Fikri duduk di Mushollah yang kebetulan dekat sungai tersebut diduga mau minuman keras karena saat itu bawah miras.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak UdangĀ  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

“Setelah minum keras sekira jam 9:30 wib, si fikri (korban) mandi ke sungai sambil minum tersebut. namun waktu itu minumannya terjatuh kesungai, dan minuman mau ditolong oleh fikri tidak bisa sebab aliran air terlalu deras. melihat itu, si salim melompat dan ikut terhanyut ke aliran yang lebih dalam,” Katanya.

Sementara, yang temannya diatas itu panik, karena melihat dua temannya terseret air lansung bukak baju mau nolong lompat juga.

“Sampai dibawah merasa bingung mintak tolong sama anak paramuka dari Al- Azar, waktu itu latihan, namun saat itu saya mengabil tali dan dilempar sama roni yang ada dibawah lalu sironi itu ditarik keatas,” ungkapnya.

Reporter : Asm
Editor : Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *