banner 728x90
Tak Berkategori  

Mahasiswa Demo Disparbudpora, Visit Sumenep 2018 Dinilai Amburadul


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Sejumlah mahasiswa Gempar (Gerakan Ekstra Mahasiswa Parlemen) lakukan aksi didepan Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemudah dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Madura, Jawa Timur, selasa (6/03/2018).

Aksi tersebut Gempar menilai bahwa grand design program Visit Sumenep 2018 dinilai sangat amburadul dan belum menyentuh target yang diharapakan masyarakat.

banner 728x90

“Pada intinya, ternyata Disbudparpora Sumenep tidak punya grand design pariwisata, berkaitan dengan progran visit Sumenep 2018 yang kerap digembar gemborkan, ” ungkap Taufiq, salah satu orator aksi yang menamakan diri gerakan ekstra parlemen.

Ia mengungkapkan, sejauh ini, pengelolaan objek wisata di Kabupaten Sumenep tidak sepenuhnya berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat. Belum lagi dari sisi pembangunan yang masih jauh dari panggang. ”TDUP nya juga tidak jelas, ” sesalnya.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak Udang  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Taufik menyimpulkan, pengelolaan Visit Sumenep 2018 oleh Disparbudpora patut diragukan berjalan dengan baik.

“Indikasi lain yang membuat kami sangat pesimis adalah dengan tidak dilibatkannya semua OPD terkait secara intens, ” tutupnya.

Sementara, Kabid Pariwisata Disparbudpora Sumenep, Ahmad Khalili yang mewakili Sufianto, sama sekali tidak menampis tudingan aktivis mahasiswa tersebut. Namun, pihaknya beralibi, jika mengacu pada RIPDA wisata Sumenep saat ini, diakuinya, memang berbasis masyarakat.

“Dari itu kita bisa lihat sendiri, beberapa destinasi wisata di Sumenep ini lamban tidak meningkat. Serta, parahnya lagi sampai menurun, dari itu cenderung dilupakan oleh masyarakat,” ujar dia kepada awak media.

Khalili juga mengakui, masalah TDUP di Kabupaten Sumenep sejak awal cenderung disepelekan. Bahkan jumlahnya hampir mencapai 100 persen.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

“(Objek) wisata yang tidak ada TDUP-nya (di Sumenep) sekitar 80 persen. Sekarang kita dorong semua pengelola wisata untuk segera selesaikan Izin serta TDUP-nya, agar tertata dengan baik,” pungkasnya.

Reporter : Asm
Editor : Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *