banner 728x90
Tak Berkategori  

Bupati Sumenep: Tambahan Penerima PKH 2018 Sumenep Ada 26,300 Orang


SUMENEP, (TransMadura.com) – Peluncuran penyaluran Batuan Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai untuk tahun 2017 sudah dilaksanakan oleh Bank Mandiri. Namun untuk tahun 2018 ada tambahan salah satu Kecamatan dari 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep, ada 26,300 orang PKH.

Hal Itu disampaikan Bupati Sumenep A Busyro Karim dalam sambutan acara peluncuran penyaluran PKH Sumenep oleh Kemensos Repulik Indonesia di Pendopo Agung Sumenep, Madura, Jawa Timur, minggu (4/3/2018).

banner 728x90

Bupati Sumenep melaporkan kepada Kemensos RI, realisasi bantuan Rastra non tunai dan PKH kabupaten Sumenep, 2017 sudah selesai semua 99 persen 99,42 persen. untuk data tambahan kabupaten sumenep peserta PKH 2018 26,300 orang. “yang sudah sukses buka rekening kolektif 10 ribu dari 26,300 orang 1586 KPM siap disalurkan 9346 KPM,” ungkapya.

Ia menyampaikan, 2018 ini karena baru tahap pertama 89,40 persen, sedangkan realisasi non tunai PKH Kabupaten Sumenep daftar realisasi belum termasuk PM 613 PKH.

“Sementara Kecamatan/Pulau Masalembu bantuan KKSnya dan bantuan tahap pertama sampai saat ini belum bisa tersalurkan. karena faktor giografis cuaca yang ekstrim dan keterbatasan sarana dan prasarana penyaluran KKS dan penarikan bansos non tunai khususnya daerah kepulauan,” jelasnya.

Kalau dilihat dari giografisnya Kabupaten Sumenep, kata Busyro, hamparan lautnya dengan luas 50 ribu kilometer persegi, dan daratan 2ribu kilometer persegi, wajar saja ada wacana untuk pemekaran pembuatan kabupaten kepulauan, ” itu wajar, kalau dilihat dari sisi geografisnya seperti ini,” ucapnya Bupati Sumenep.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak Udang  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

Bupati Sumenep membetikan Solusinya tahapan kategorinya untuk PKH untuk tahapan pulau terpencil, bisa dikatagorikan dimasukkan saja kedalam PKH akses yang berlaku Nasional.

“itu bisa diambil dimana saja, ini adalah sumbangan pemikiran kabupaten sumenep bagaimana yang dulunya jaraknya jauh ini masuk di PKH akses yang berlaku secara nasional, kan bisa diambil dimana saja atau penambahan lembaga keuangan. untuk penyaluran khusus untuk menghandel KPN untuk kepaluan didaerah terpencil,” ungkapnya.

Menteri Sosial Repulik Indonesia Idrus Marham menyampaikan pesan dari Presiden RI Jokowi Dodo dan menyisir Jawa Timur untuk memastikan bantuan sosial sudah diterima oleh rakyat.meskipun hari libur kalau untuk rakyat harus tetap dilakukan.

“Kemarin pada waktu sidang kabinet, Pak Presiden tanya saya, pak mensos ini dengar-dengar informasi di Jawa Timur ada yang belum disalurkan Bansos nya?,” papar Idrus dihadapan 550 penerima bansos di Kabupaten Sumenep.

Menurut Idrus, arahan Presiden untuk seluruh pejabat di Indonesia tidak henti-hentinya melayani kepentingan rakyat. “Pokoknya Pak Mensos sampaikan kepada rakyat bahwa Presiden memberikan arahan kepada seluruh pejabat di Republik ini kalau kita ngurusi rakyat tidak ada alasan hari libur,” katanya yang disampaikan arahan Presiden.

Lanjutnya, bahwa Presiden meminta agar program prioritas nasional, khususnya yang berada di bawah tugas dan tanggung jawab Kementerian Sosial dikawal dengan serius dan sungguh-sungguh.

Baca Juga :   Pelaksanaan Pasar Murah, DPRD Sumenep Warning Tepat Sasaran

“Ada lima tugas yang diberikan beliau. Pertama, memastikan semua rakyat yang berhak mendapat bansos harus sampai di tangan penerima dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Bahwa, bansos PKH besarnya Rp1.819.000 per KPM per tahun dicairkan 4 kali dalam setahun maka kenyataan di lapangan juga harus sesuai dengan pedoman itu, atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Beras Sejahtera atau Rastra sebesar 10 kg perbulan harus diberikan sejumlah itu tanpa ada potongan,” terang Mensos.

Ketiga, Bapak Presiden memberi instruksi untuk cek dan ricek lagi di lapangan agar uang bansos digunakan sesuai dengan ketentuan, mengawal dan memastikan bahwa dana PKH dibelanjakan kebutuhan pendidikan (beli buku, tas, sepatu, dll.) dan beli makanan bergizi.
 
Sedangkan Arahan Presiden yang keempat, Presiden memberi instruksi untuk cek dan ricek lagi di lapangan agar uang bansos digunakan sesuai dengan ketentuan. Bila di lapangan ditemukan ada di antara ibu-ibu tidak sesuai ketentuan, maka bansosnya akan dicabut.
 
Kelima, pesan Presiden, memastikan seluruh anak KPM yang berprestasi mendapatkan bantuan beasiswa dan bantuan sosial lainnya. Presiden ingin agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus sehat dan cerdas agar kelak mampu melahirkan inovasi-inovasi dan karya yang bermanfaat bagi negeri.

Reporter : Asm
Editor : Red

banner 336x280

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *