banner 728x90
Tak Berkategori  

Mahasiswa Sumenep Bentrok Dengan Aparat Kepolisian Saat Aksi Tolak UU MD3


SUMENEP, (TransMadura.com) –
Sejumlah Mahasiswa PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Sumenep kemabali melakukan aksi Demo di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur terkait penolakan UUMD3 Jum’at (2/3/2018).

Akasi dimulai dari halaman depan Masjid Agung Sumenep, langsung menuju Kantor DPRD Sumenep. Mereka datang menolak Undang-Undang MD3 yang dinilai sangat tidak berpihak pada rakyat.

banner 728x90

“Undang undang MD3 bertolak belakang dengan apa yang menjadi keputusan MK, dan sangat tidak memihak kepada rakyat,” teriak Korlap aksi sekaligus Ketua Umum PMII Sumenep Andrian Firman.

Hal itu para Mahasiswa meminta / mengajak anggota DPRD untuk berkomitmen bersama-sama menolak dengan undang undang MD3 tersebut.

“DPRD adalah wakil rakyat, harus memihak pada rakyat. Jangan bersembunyi dibalik undang-undang,” tegasnya dalam orasinya.

Baca Juga :   Pelaksanaan Pasar Murah, DPRD Sumenep Warning Tepat Sasaran

Aksi beberapa lama berlangsung, Namun, permintaan mahasiswa untuk bisa ketemu dengan ketua dan anggota untuk duduk bersama menolak UU MD3. Tidak satupun anggota dewan keluar.

Pantauan media ini, demontran memaksa masuk ke dalam kantor gedung DPRD, dan dipicu dengan memaksanya sejumlah demonstran masuk, bentrok massa aksi terjadi dengan aparat kepolisian bersenjata.

“Izinkan kita masuk, kita hanya mau memastikan apa benar wakil rakyat lainnya tidak ada, atau hanya alasan karena enggan berpanas-panasan di luar. Kami tidak akan merusak fasilitas,” teriak Mahfud Amin di depan aparat kepolisian.

Bahkan, secara tegas mereka mengancam akan mendemo Mapolres Sumenep atas insiden bentrok yang terjadi, karena salah seorang kader mengalami luka gores di bagian dahi.

“Nanti sore, Jumat (2/3/2018), kepada ketua II bidan internal, langsung layangkan surat pemberitahuan aksi, ini permintaan seluruh kader PMII se kabupaten Sumenep,” tegasnya.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Karena alasan keamanan dan keselamatan, puluhan aparat kepolisian melarang masuk puluhan demostran. “Tidak bisa masuk, dengan alasan banyak mobil, makanya kami minta perwakilan saja yang masuk,” kata salah seorang aparat kepolisian kepada demonstran mencoba bernegosiasi.

Wakil ketua DPRD Sumenep, Moh Hanafi yang keluar menemui massa mengaku telah menyampaikan ke DPR pusat atas penolakan mahasiswa Sumenep.

“Kamu sudah menyampaikan ke DPR pusat bahwa mahasiswa Sumenep menolak,” katanya.

Namun, massa enggan percaya begitu saja, karena tidak ada bukti tertulis yang ditunjukkan pimpinan wakil rakyat setempat. Sehingga tepat pukul 10.40 Wib massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (Asm)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *