banner 728x90
Tak Berkategori  

Komisi IV : Ambulance Muat Selain Pasien, Masuk Pelanggaran Penyalahgunaan


SUMENEP, (Transmadura.com) –
Ambulance yang dijadikan sebagai muat bahan bagunan keramik, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur Moh Imran menyayangkan dengan hal tersebut.

Mobil ambulance adalah digunakan untuk kendaraan yang digunakan untuk membawa peralatan medis kepada pasien di luar rumah sakit atau memindahkan pasien ke rumah sakit lain untuk perawatan lebih lanjut. “Selain muat pasien itu pelanggaran,” kata imran saat dikonfirmasi media ini.

banner 728x90

Politisi asal Kepulauan Sumenep itu mengungkapkan persoalan serupa sering terjadi. Sehingga Komisi IV sempat menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk dimintai klarifikasi.

“Saya pernah sampaikan dalam rapat komisi, mobil ambulance selain memuat pasien itu masuk penyalahgunaan,” terangnya.

Ditanya apakah mobil ambulance diperbolehkan digunakan untuk kepentingan kantor selain berhubungan dengan medis?, Imran bersikukuh tidak boleh. Menurutnya, apapun alasannya jika digunakan diluar ketentuan yang berlaku tetap masuk penyalahgunaan.

Baca Juga :   Kejanggalan Seleksi Terbuka JPT Pratama Sekda, BKPSDM Sumenep Tegaskan Lelang Prosedural

Oleh seba itu, dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinkes Sumenep, dr A Fatoni dan juga Kepala UPT Puskesmas untuk dimintai pertanggungjawaban.

Selain itu Komisi IV memastikan akan merekomendasi agar yang menyalahgunakan diberi sanksi tegas. “Pasti kami panggil, tapi kalau untuk sanksi itu nanti,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan, mobil ambulance yang diduga milik Puskesmas Lenteng diketahui sebagai alat pengangkut keramik.  Itu terungkap saat menaikan keramik kedalam mobil dengan nomor Polisi M 8033 VP di jalan Teuku Umar, Desa Pandian, Kecamatan Kota, Rabu, 22 November 2017 sekitar pukul 16.00 Wib.

Hal itu dibernarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumenep dr. A Fatoni. Namun, dirinya tidak mempermasalahkan karena mobil plat merah tersebut dinilai multi fungsi. “Itu nggak apa-apa,  karena ambulance bukan hanya untuk mengangkut mayat atau orang sakit,” katanya.

Baca Juga :   DPRD Sumenep Siap Bergandeng Tangan Bersama Ulama' Penertiban THM

Fathoni menambahkan, saat itu mobil ambulance sedang membawa orang sakit, sepulang dari tugas pulangnya mengangkut keramik. “Kebetulan bawa orang sakit. Nah, soal keramik itu nggak masalah apalagi mau dipasang dirumah praktek dokter,” tegasnya. (Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *