banner 728x90
Tak Berkategori  

Hari Perdamaian Internasional di Sumenep, Yenny Wahid Terkesan Dengan Para Perempun


SUMENEP, (TransMadura.com) —
Direktur Wahid Foundation, Yeni Wahid sangat terkesan dengan para perempuan yang ada di madura.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya di Ponpes An nuqayah, Gagasan ini merupakan rasa bangga kami kepada perempuan Indonesia, khususnya di Madura yang mempunyai karakter khas.

banner 728x90

Ketika dari UN women menghubungi Wahid Foundation untuk membuat kegiatan Perayaan Hari perdamaian dunia yang melibatkan kelompok perempuan di masyarakat, pihaknya mengaku langsung tertuju ke madura.

“Kamuflase kami langsung ke Madura saja, bukan karena suami saya dari Madura loh, tapi karena karakter perempuan Madura yang memang dikenal sebagai pribadi yang ulang, pribadi yang pekerja keras, religius, serta senang bergotong-royong,” tutur Yeni.

Yeni mengatakan, hari ini adalah agenda kolaborasi antara UN women dan Wahid foundation dengan didukung khusus dari Pemerintah Jepang.

Baca Juga :   Baru 20 Tambak UdangĀ  di Sumenep Mengantongi Dokumen Lingkungan

“Di sini juga telah hadir konjen Jepang, mendapat mandat untuk meningkatkan harkat dan martabat perempuan di dunia,” katanya dihadapan para tamu undangan.

Pihaknya juga berterima kasih kepada pondok pesantren Annuqayah yang telah tersedia untuk menjadi tuan rumah acara hari ini.

“Pondok pesantren Annuqayah merupakan pesantren tertua di Sumenep, dari sinilah banyak lahir tokoh ulama dan kyai,” sebutnya.

Ditegaskan putri mantan presiden ke 4 ini, Selama ini, para Kyai tua perjuangan untuk menciptakan ketentraman dan kedamaian di bumi Nusantara.

Untuk itu, perempuan merupakan tiang negara, kalau perempuan yang baik maka negaranya juga baik.

“Pasti dibelakangnya terdapat peran perempuan yang luar biasa turut serta dalam perjuangan tersebut,” kata dia.

Baca Juga :   Pelaksanaan Pasar Murah, DPRD Sumenep Warning Tepat Sasaran

Diharapkan, para perempuan di Madura, memiliki program penguatan ekonomi keluarga, di mana perempuan akan dibantu untuk meningkatkan kemampuannya dalam mencari tambahan nafkah.

“Mereka bisa tetap tinggal dirumah untuk mengasuh anaknya, tetapi bisa membuat usaha kecil membantu pendapatan keluarganya,” harapnya.

Di sisi lain, para perempuan juga diperoleh kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai perdamaian di lingkungannya masing-masing.

Sehingga tidak mudah terpancing oleh provokasi orang-orang yang ingin menciptakan konflik di tengah-tengah masyarakat.

“Program ini kami juga melibatkan banyak Kyai banyak gus dan Laura untuk membantu membangun pemahaman kaum perempuan terutama mengenai nilai-nilai Pancasila, karena mereka lah orang yang paling tepat untuk bicara pancasila,” tukasnya.(Asm/irwan)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *