banner 728x90
Tak Berkategori  

Visit Sumenep Sebatas “Sandiwara”


SUMENEP, (TransMadura.com) – Sejak 2018 Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur tengah mengembangkan pariwisata melalui program Visit Sumenep. Namun, program yang sebagian dibiayai melalui APBD itu belum mampu membawa kabupaten berlambangkan kuda terbang ini semakin maju utamanya dari sisi pariwisata.

Sebab, even yang diluncurkan sejak tahun lalu terkesan hanya sebatas seremonial belaka. Bahkan dari puluhan even yang diselenggarakan belum mampu menarik simpati wisatawan lokal, apalagi wisatawan manca negara.

banner 728x90

“Amatan kami even wisata yang digelar sebatas asal jadi, sehingga tidak meriah dan tidak memiliki output yang jelas,” kata Aktivis LIPK (Lembaga Independen Pengawas Keuangan) Sumenep, Saifudin kepada media, Minggu, (9/6/2019).

Selain itu kata dia, sampai saat ini Sumenep belum memiliki event unggulan. Padahal, itu sangat diperlukan sebagai identitas daerah. Semisal di Kabupaten Banyuwangi dikenal dengan Gandrungnya, Kabupaten Jember juga dikenal dengan Carnival dan banyak lagi di Kabupaten lain.

Baca Juga :   Ketertinggalan Pembangunan Wilayah Kepulauan Dapat Sorotan Fraksi NasDem DPRD Sumenep

Beda dengan Kabupaten Sumenep, meski even visit telah tersusun rapi, namun untuk tahun 2019 ini sebagian even gagal digelar, sehingga even visit yang telah di launching amburadul.

“Icon unggulan di Sumenep tidak focus, semua minta untuk menjadi unggulan, jadinya amburadul dan pada akhirnya untuk dikenal unggulan masyarakat luar menjadi buram,” jelasnya.

Sehingga, Saifudin menilai progran visit sumenep terkesan tidak terencana secara matang dan dinilai gagal. “Contoh sederhana saja event yang sudah masuk dalam kalender jadwal selalu gagal, yakni Agenda pembagian zakat gagal digelar. Acara Pesta Rakyat dan Festival Ketupat yang seharusnya di jadwal digelar tanggal 8 belum jelas,” ungkapnya

Aktivis yang sudah naik daun ini, meminta Bupati dan Wakil Bupati, agar mengevaluasi terharap dinas terkait sebagai penyelenggara untuk menkaji ulang, sebab anggaran program visit year sumenep cukup fantastis dengan anggaran Miliaran agar tidak terbuang sia sia. “Ini harus dikaji ulang agar sumenep kedepan pengenalan destinasi wisata lebih maju,” tandasnya.

Baca Juga :   Putri Dewi Asal Pragaan Daya Lapor Polisi Dianiaya Suami Siri Alami Luka Lebam

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Sumenep, Drs. Ec. Carto, MM, dikonfirmasi melalui telepon selulernya belum merespon walau kedengaran aktif.

Reporter : Asm/Hendri
Editor : Red

banner 336x280

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *