SUMENEP, (TransMadura.com) –
Ade Candra Dewangga Putra, seorang putra Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, sosok figur yang akan mampu mampu membawa perubahan bagi kemajuan desanya.
Pria kelahiran tahun 1991 ini, bakal maju jadi Cakades mendatang dan nampaknya mendapat banyak dukungan dari masyarakat desa pancor, kecamatan gayam, kepulaun Sapudi.
Bahkan, di mata warga, Angga ini dikenal sebagai pemuda yang tegas, cerdas, berjiwa sosial tinggi, dan merakyat.
“Desa pancor membutuhkan sosok Bang Angga. Beliau memiliki kapasitas dan layak untuk memimpin Desa Pancor,” ungkap warga setempat.
Hal yang sama diungkapkan warga lainnya. “Masyarakat tidak butuh janji dan mulut manis, tapi pada kenyataannya hanya mementingkan kepentingan pribadi. Karena itu, bang Angga menjadi solusi terbaik bagi masyarakat yang ingin mencari pemimpin yang bekerja nyata dan membela kepentingan warganya,” katanya.
Lebih lanjut, katanya, jika nanti Angga bisa naik menjadi Kades Pancor, mereka yakin Desa Pancor akan semakin berkembang dan maju, serta masyarakatnya dapat hidup sejahtera.
Terpisah, Ade Candra Dewangga Putra, mengatakan, Terkait pencalonanya sebagai Kades pancor itu, tidak perlu banyak mengumbar janji atau visi dan misi yang muluk muluk.
“Kades itu saat dilantik bersumpah di hadapan bupati dan bekerjanya sudah diatur oleh undang-undang. Jadi ngejalanin itu saja sudah cukup,” ucap Angga.
Meski begitu, jelas Angga, akan berkometmen dan berinovasi dari programnya sebagai calon Kades Pancor. Dia bertekad akan membuat perubahan yang lebih baik bagi kemajuan Desa.
“Desa pancor tidak sekedar bicara pembangunan fisik. Tapi juga pembangunan sumber daya manusia (SDM)-nya”, Terangnya.
Lebih jelasnya, ada beberapa program yang akan dilakukan Angga, jika nanti terpilih sebagai Kades Pancor,.akan mempermudah dan menggratiskan administrasi kependudukan. Pelayanan desa harus memuaskan, Untuk itu SDM dan sistem bekerja para pegawai desa harus dirubah. “Itu akan mengembalikan ke aturan yang benar,” tegas Angga.
Sehingga, Angga juga bertekad akan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Bumdes itu jelas milik desa, yang artinya dikelola oleh desa. Karena itu Bumdes harus dapat mengkaryakan masyarakat setempat bukan warga luar,” janjinya.
Sehingga, dengan kehadiran BUMDes, nantinya pelaku usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) dapat membantu perkembangan ekonomi. Misalnya, BUMDes dapat menyuplai barang ke warung kecil yang dimiliki warga.
Sehingga, nanti warga dapat mencicil pembayaran dari barang yang sudah dibelinya dari BUMDes. Hal ini nantinya sebagai catatan, harga barang yang dijual di BUMDes juga dibuat murah. “Yang penting masih ada keuntungan sedikit agar BUMDesnya bisa berjalan,” tuturnya.
Kendati demikian, Angga berkomitmen akan mewujudkan Desa Pancor menjadi desa yang maju, dan mensejahterakan masyarakatnya.
(Fero)