SUMENEP, (TransMadura.com) – Pemerintah menganjurkan para petani agar menerapkan teknologi spesifik lokasi dengan menerapkan pemupukan berimbang, sehingga mencapai status hara dalam tanah optimum. Jika tanah unsur haranya telah berada dalam status tinggi, maka pupuk hanya di berikan sesuai takaran.
Terlepas dari semuanya itu para petani harus mengetahui dan memahami antaralain pemilihan benih, penyiapan persemaian, pengolahan tanah, cara semai, cara tanam padi, apabila hal tersebut dilaksanakan sesuai anjuran maka akan mendapatkan produktivitas yang maksimal dengan masukan biaya yang rendah demi mewujudkan swasembada pangan nasional.
Kopka Sutrisno Babinsa Desa Banasare anggota Koramil 13/Rubaru Kodim 0827 Sumenep menjelaskan bahwasanya pemberian dosis pupuk yang berlebihan justru akan menyebabkan rendahnya efisiensi pemupukan dan masalah pencemaran lingkungan.
Saat dikonfirmasi Kopka Sutrisno menjelaskan, tujuan pemupukan ini untuk meningkatkan kesuburan tanaman padi dan merangsang pertumbuh rumpun serta sebagai langkah proaktif dalam menanggulangi serangan hama. “tutupnya”.
Komandan Koramil 0827/13 Rubaru Kapten Inf. Imam Fitri Harto berharap para petani harus memberikan pemupukan lebih tepat, efektif dan efesien. Dengan demikian rekomendasi pemupukan mempertimbangkan factor kemampuan tanah menyediakan hara dan kebutuhan hara pada tanaman. Rekomendasi pemupukan yang berimbang disusun berdasarkan status hara dalam tanah yang diketahui melalui teknik uji tanah.(Man/red)











