Tak Berkategori  

Minimnya Fasilitas, 24 SMP di Sumenep Dipastikan Tidak Ikut UNBK

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipastikan tahun ini belum bisa menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Itu disebabkan karena minimnya fasilitas yang belum memadai.

Sehingga, sebanyak 24 dari 149 SMP itu dipastikan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mendatang masih menggunakan sistem Kertas dan Pensin (UNKP). Sejak beberapa hari lalu Disdik melakukan simulasi di sejumlah sekolah.

“Hari ini terahir pelaksanaan simulasi UNBK di masing-masing sekolah,” kata Kabid Pembinaan SMP, Disdik Sumenep, Moh. Iksan.

Menurutnya, dari hasil pantauan disejumlah sekolah, simulasi UNBK yang digelar berjalan tanpa kendala, utamanya di wilayah daratan yang 100 persen akan menggelar ujian nasional berbasis komputer pada tahun 2018 ini.

“Semua sekolah tingkat SMP sudah siap menghadapi ujian nasional, baik persiapan sarana dan prasarana,” terangnya.

Sedangkan, untuk 24 lembaga sekolah yang belum siap menggelar UNBK itu semuanya diwilayah kepulauan. Sebab untuk wilayah daratan semuanya berbasis UNBK.

Sementara calon peserta UN tingkat SMP di naungan Disdik Sumenep tahun ajaran 2017-2018 yang ditetapkan sebagai daftar nominasi tetap (DNT) mencapai 6.803 siswa. Jumlah peserta itu meliputi 5.831 siswa dengan sistem UNBK di 149 SMP, dan 962 siswa UNKP. (Red)

Exit mobile version