Tak Berkategori  

Target Swasembada Pangan, Babinsa Bantu Anggota Poktan Tanam Padi “Hasil Murni 2”

SUMENEP, (Transmadura.com) – Tugas pokok Babinsa mengumpulkan dan memelihara data pada aspek geografi, demografi, hingga sosial dan potensi nasional di wilayah kerjanya. Data yang dikumpulkan meliputi banyak aspek antara lain sumberdaya alam, sumberdaya manusia, sarana-prasarana dan infrastruktur di wilayah binaannya.

Disisi lain Pelibatan TNI (Babinsa) dengan tidak mengesampingkan tugas pokoknya sebagai benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam mensukseskan program pemerintah untuk swasembada pangan tentunya bukan tanpa alasan. Dan tentu pula bukan tanpa reaksi, pro maupun kontra terhadap keterlibatan TNI untuk terjun langsung kepada pertanian.

Pendampingan Babinsa wilayah Kodim 0827/Sumenep kepada para petani terus digalakkan di awal tahun 2018 ini, banyak cara dan inovasi pertanian yang dikembangkan oleh Babinsa.

Salah satunya Babinsa Desa Kerta Barat Sertu Wahyono anggota Kodim 0827, Koramil 12/Dasuk yang mana Babinsa tersebut sedang membantu menanam padi dilahan milik Bapak Suparto salah satu anggota Kelompok Tani (Poktani) “Hasil murni 2” yang bertempat di Dusun Tajjan, Desa Kerta Barat, Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep. Madura-Jawa Timur. Senin, (1/1/2018).

Sertu Wahyono anggota Koramil Dasuk menjelaskan bahwa proses penanaman sampai bisa menghasilkan padi yang melimpah dan banyak hal-hal yang mempengaharui seperti Jumlah rumpun per hektar, Jumlah anakkan padi, Jumlah gabah bernas, Berat 1000 bulir padi sampai cara budidaya yang benar.

Hal lain yang juga harus diperhatikan dalam meningkatkan hasil panen padi sawah diantaranya pengunaan benih bermutu, penentuan jarak tanam (sistem tanam), pemeliharaan tanaman (pemupukan, pengendalian HPT ) serta penanganan lahan/sawah pasca panen yang baik, “Terang Sertu Wahyono”.

Danramil 0827/12 Dasuk Kapten Kav. Bambang Sekti Wiyono dalam penjelasan serta himbauannya para Babinsa harus tetap semangat untuk mencapai kedaulatan pangan melalui penambahan serta penyuluh memang patut diapresiasi.

“Usaha Tani bisa diklasifikasikan kedalam tiga kegiatan utama, Pra-tanam, tanam dan pasca-panen. Pra tanam termasuk persiapan lahan (penelitian lahan, pencangkulan, penggaruan, pemupukan awal, dan pengapuran bila perlu), pemilihan benih (benih: biji), dan pembuatan persemaian (benih ditumbuhkan hingga siap dipindahkan ke lahan). Termasuk di dalam komponen tanam adalah transplanting (pindah tanam), pemupukan, perawatan (insektisida, fungisida, rodentisida, bakterisida, ZPT, penyiangan, Pencangkulan ulang), dan irigasi serta akhirnya, panen. Setelah panen maka petani juga harus paham penyimpanan, pengeringan, pengolahan, pengepakan dan penjualan”, imbuh Danramil Dasuk.

Salah satu Kelompok Tani (Poktani) “Hasil murni Bapak Suparto, mengucapkan banyak terima kasih dengan adanya Babinsa yang terjun langsung membantu para petani serta memberikan penyuluhan dan bimbingan dalam bertani sampai membantu memberikan pengawalan serta pendistribusian pupuk dan benih padi sesuai arahan Komandan Atas. (Man/red)

Exit mobile version