SUMENEP, (Transmadura.com) —
Bantuan peralatan dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Madura, Jawa Timur, terhadap 3 kelompok Peserta Wirausaha Muda yang dapat bimbingan dari Inkubator Wirausaha Sumenep (PIWS) patut di apresiasi.
Penyerahan bantuan hibah peralatan yang diserahkan jum’at 24 November 2017 di kantor Disbudparpora setempat diserahkan secara simbolis langsung oleh Kepala Disbudparpora Sumenep Sufiyanto,
didampingi Direktur PIWS Hairul Aisiyah. Bantuan yang diberikan diantaranya berupa mesin jahit, komputer, alat sablon dan lainnya. Itu diberikan kepada tiga kelompok.
Bantuan hibah yang diberikan kepada peserta inkubator itu murni dari OPD (Organiasi Perangkat Daerah). Dan, bisa dimanfaatkan oleh peserta sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. “Bantuan ini sebagai tindaklanjut atau implementasi dari pelatihan yang dilakukan inkubator. Tapi, murni dari OPD, ” kata Direktur PIWS Hairul Aisiyah.
Menurut Nurul panggilan akrabnya, sebab selama beberapa bulan pihaknya sudah menggembleng kemampuan peserta. Atau dengan kata lain, pihaknya melakukan upaya pada pengembangan SDM sehingga memiliki keahlian. “Karena sudah memiliki keahlian maka diberikan alat. Design misalnya, sudah banyak order alhamdulillah, ” tuturnya.
Kendati demikian, mantan aktifis PMII yang berperawakan manis itu memastikan tetap akan melakukan pendampingan kepada peserta. Termasuk, juga memasarkan hasil produk para peserta inkubator. “Intinya, akan terus berkesinambungan. Meski pelatihan tuntas, kami akan mendampingi hingga pemasaran. Media membantu juga ya pemasarannya, ” ucapnya dengan senyum.

Terpisah, Kepala Disbudparpora Sumenep Sufiyanto menjelaskan, pemberian bantuan hibah alat itu sebagai upaya untuk mengembangkan keahlian yang dimiliki. Sementara untuk penerima itu murni dari pihak Inkubator. “Yang tahu tim inkubator, verifikasi penerima yang sudah memiliki keahlian, ” ungkapnya.
Pihaknya berharap bantuan itu bisa digunakan dengan untuk mengembangkan kreatifitasnya sesuai dengan keahlian masing-masing. Jangan sampai barang yang diterima dijual, karena mengandung konsekuensi. “Kami harap dipergunakan dengan baik, ” tukasnya. (Asm)