Tak Berkategori  

Kelangkaan BBM Kepulauan Sapudi, Pemerintah Jangan Hanya Menonton

Kelangkaan BBM Kepulauan Sapudi, Pemerintah Jangan Hanya Menonton

SUMENEP, (Transmadura.com) –
Kelangkaan dan mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin dan solar yang dikeluhkan masyarakat Kepulauan Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Namun, Hal ini disebabkan perahu konvensional atau perahu rakyat pengangkut BBM yang sering ditangkap oleh aparat kepolisian khusus polairud.

Bidang SDA dan Kemaritiman Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Sumenep Joni Suharjono, MP.d mengatakan, dengan persoalan kelangkaan dan mahalnya harga BBM di kepulauan sering dapat aduan dari masyarakat.

“Kami Barisan Relawan Jalan Perubahan mendapatkan pengaduan dari masyarakat kepulauan Sapudi tentang kelangkaan dan mahalnya harga BBM terutama jenis bensin dan solar.

Hal ini menurutnya, disebabkan perahu konvensional atau perahu rakyat pengangkut BBM yang sering ditangkap oleh aparat kepolisian khusus polairud.

“Memang kalau dari segi hukum dan keselamatan perahu pengangkut BBM tersebut menyalahi aturan. Namun perlu diketahui bahwa selama ini pemerintah juga tidak menjalankan kewajibannya yang sudah diamanatkan oleh undang undang dalam hal ini ketersediaan BBM dikepulauan Sapudi,” ungkapnya.

Ia memaparkan, dalam kondisi seperti ini, pemerintah tidak hadir bagi warga negaranya. Sehingga, masyarakat berinisiatif sendiri untuk mendatangkan BBM tersebut. Karean demi kebutuhan masyarakat,” sesalnya.

“Kenapa masyarakat mendatangkan BBM sendiri. Sebab delemanya disaat masyarakat melakukan pembelian sendiri karena alpanya pemerintah, malah mereka ditangkap karena amanat undang undang, disini saya juga bertanya kemana hak masyarakat yang juga di amanatkan oleh undang undang,” jelasnya.

Joni menerangkan, melayangkan surat pada tanggal 14 November 2017 kepada pimpinan DPRD Sumenep agar mengundang semua pihak terkait, yaitu Pemkab Sumenep, pihak kepolisian dan pertamina untuk duduk bersama mencari solusi bagi masyarakat kepulauan khususnya pulau sapudi,” tandasnya. (Asm)

Exit mobile version