Komitmen Pengembangan Pertanian, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kementan RI
SUMENEP, (TransMadura.com) –
Pengembangan bawang merah varietas Rubaru membawa Kabupaten Sumenep, mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI, keberhasilan atas pelaksanaan proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) periode 2021–2026.
Penghargaan diberikan kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo diterima di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta,
Atas komitmen pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem pertanian dataran tinggi secara terintegrasi, dengan bawang merah varietas Rubaru sebagai salah satu komoditas unggulan
Capaian itu diperkuat data produktivitas bawang merah varietas Rubaru yang mencapai 16,1 ton per hektare dalam panen Kelompok Tani Restu Baru di Desa Banasare pada 2023.
Capaian ini untuk kabupaten Sumenep menjadi modal untuk memperkuat posisi bawang merah Rubaru sebagai komoditas strategis sekaligus meningkatkan daya saing pertanian lokal. Namun, keberlanjutan program dan dampaknya terhadap pendapatan petani tetap menjadi aspek penting setelah periode pelaksanaan UPLAND berakhir.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, International Fund for Agricultural Development (IFAD), dan Islamic Development Bank (IsDB), serta jajaran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep.
“Program tersebut dirancang untuk memperkuat sistem pertanian dataran tinggi melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari pembangunan jaringan irigasi dan jalan usaha tani (JUT), penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penguatan kelembagaan petani, hingga dukungan akses permodalan dan penanganan pascapanen,” Katanya.
Menurut Bupati, di Kabupaten Sumenep, pelaksanaan program berpusat di Kecamatan Rubaru dan Pasongsongan. Kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari pengembangan komoditas pertanian unggulan, termasuk bawang merah varietas Rubaru.
“Varietas Rubaru dinilai memiliki keunggulan dari sisi ketahanan terhadap penyakit dan potensi daya saing pasar. Meski demikian, penguatan akses pasar, efisiensi biaya produksi, serta kepastian penyerapan hasil panen tetap diperlukan agar peningkatan produktivitas dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani,” Jelas Fauzi.
Pihaknya menjelaskan, penghargaan dari Kementerian Pertanian tersebut, sekaligus menandai berakhirnya periode pelaksanaan UPLAND 2021–2026 dalam waktu dekat.
Sehingga, berakhirnya periode program menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan kelompok tani untuk memastikan infrastruktur pertanian yang telah dibangun tetap berfungsi, pendampingan teknis berlanjut, serta akses pembiayaan dan pasar dapat dipertahankan.
Bagi Sumenep, keberlanjutan pengembangan bawang merah Rubaru menjadi penting untuk menjaga produktivitas sekaligus memperluas peluang pemasaran di luar Madura.
“Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas pelaksanaan program. Namun, keberhasilan jangka panjang tetap perlu diukur melalui manfaat nyata bagi petani, termasuk peningkatan pendapatan, efisiensi produksi, dan akses pasar yang lebih luas.” Tutupnya.
(*)











