SUMENEP, (TransMadura.com) –
Momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke- 757 tahun 2026, sebagai hari untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, menjaga kebersamaan dalam meningkatkan gotong royong dalam membangun daerah.
Hari jadi tidak hanya sekadar mengenang perjalanan sejarah saja, tapi memperkuat hubungan atar masyarakat untuk memperkuat komitmen mewujudkan pembangunan.
Hal itu disampaikan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, bahwa peringatan Hari Jadi memiliki makna penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan ke depan
“Sumenep, memiliki beragam latar belakang, suku, budaya, serta kondisi geografis wilayah daratan dan kepulauan. Jadilah mementum menjadikan kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan penghalang pembangunan,” Ungkap Bupati.
Disela-sela Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026.
Sehingga, pihaknya berharap, untuk menjaga kerukunan dan menghargai perbedaan untuk memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Perbedaan merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita bisa membangun Kabupaten Sumenep menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung program pembangunan daerah.
Sebab, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, melainkan butuh dukungan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
“Kemajuan Kabupaten Sumenep membutuhkan partisipasi seluruh pihak masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tandasnya.
(Madi/red)











