Bupati Sumenep: Serangan Fitnah Tidak Menjadi Kendala, Pengabdian Tetap Jalan

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Pilkada 2020 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan di gelar 9 Desember 2020 mendatang.

Namun, bagi siapa yang akan memenangkan untuk menjadi pemimpin harus mempunyai nyali untuk memimpin kabupaten yang kaya denga pulau ini.

Sehingga, kabupaten yang ada diujung pulau madura ini, mempunyai 126 pulau, dan siapapun pemimpinnya, harus mempunyai jiwa pengabdian dan mental kuat.

“Siapapun yang memimpin sumenep harus punya mental kuat pengabdiannya, bukan sekedar kecerdasannya,” kata Bupati Sumenep, KH. A. Busyro karim, saat Kunker Safari Kepulauan waktu lalu.

Sebab, jelas Mantan Ketua DPRD ini, memimpin tidak hanya mengandalkan kecerdasan, karena bisa dirapatkan dengan asisten.”Itu bisa dirapatkan dengan asisten, tapi kalau pengabdian itu harus dari dalam hati yang memang untuk mengabdi berjuang untuk memajukan sumenep. Itu saya kira kunci,” ungkapnya kepada sejumlah media.

Dia memaparkan, memimpin harus punya pengadiannya kuat, sehingga, pada suatu saat ada kendala dilapangan, walaupun suatu saat akan dihabisi dengan cara fitnah dan atau apapun tetap dijalankan.

“Walaupun suatu saat akan dihabisi dengan cara fitnah, tetap jalankan apa yang dilihat. Walau dipuji atau tidak bagi orang kengabdian tidak ada masalah,” ujarnya.

Sebelumnya, kegiatan Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, di enam kecamatan, yakni Kecamatan Nonggunong, Gayam, Raas, Arjasa, Kangayan, dan Sapeken, evaluasi program yang akan datang.

(Asm/Red)

Exit mobile version