Tak Berkategori  

Pemuda Kepulauan Tagih Janji Pemkab dan DPRD, Pasokan BBM Langka

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Arek Remaja Karang Tengah (ARKA) pulau sapudi, menagih janji pemkab dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten tidak komitmen untuk segera menyelasaikan pembangunan POM SPBU sapudi.

“Kami nagih jaji DPRD yang sempat menandatangani hasil kesepakatan audiensi yang dilaksanakn pada tanggal 21 Agustus 2018, berjanji akan menyelesaikan pom dan menyetarakan harga BBM dengan harga nasional,” kata Ketua ARKA, Hendy bagus .

Namun, faktanya sudah dua tahun berlalu sampai hari ini, belum terselesaikan. Sehingga, Pembangunan tambang migas sudah selesai lebih awal dari janji pemerintah dan DPRD sumenep terhadap masyarakat sapudi.

“Hingga saat ini masih belum memenuhi yang menjadi kesepakatan. DPRD sumenep harus komitmen, bukan hanya ngomong tapi tidak dengan bukti,” ungkapnya.

Sementara, masyarakat kepulauan sapudi, saat ini di hantui wabah covid-19 yang melanda di negeri indonesia ini. Namun ditengah kekhawatiran itu, masyarakat masih dibuat bingung dengan kenaikan harga BBM premium sampai kisaran Rp. 13 ribu sampai Rp. 15ribu.

Ditengah kekhawatiran virus corona ini, diduga hanya dimanfaatkan oleh oknum-oknum untuk mendapatkan keuntungan untuk memperkaya diri sendiri.

“Bagi kami hal ini menjadi sebuah persoalan besar dan pertanyaan yang perlu dijawab oleh pemerintah kabupaten Sumenep. Karena pendirian tambang migas yang ada di teritorial pulau sapudi menjadi, terkesan tidak bermanfaat untuk masyrakat sapudi,” lanjut Hendy.

Dia menjelaskan, jangankan jaminan, apalagi kompensasi khusus dari pemerintah ataupun perusahaan untuk pulau sapudi. Namun, harga BBM di kepulauan itu, seolah menjadi sebuah permainan oleh para penguasa migas di Sapudi dengan menaikkan harga seenaknya. “Ini sudah tidak adil,” cetusnya.

Warga setempat, Zaini Alum membenarkan dengan kenaikan harga bensin premium sangat drastis. Hal itu sangat dirasakan disaat persoalan covid-19. “Ya harga BBM di Sapudi naik berkisar sampai 15 ribu di kios pengecer, sekarang kami dihantui dengan virus corona, ditambah dengan kelangkaan BBM yang berdampak pada harga yang cukup besar” ngakunya.

Itupun, kata Ulum, masih sulit untuk mendapatkan bensin premium walaupun seharga 15 ribu. “Harga 13 sampai 15 ribu masih sulit dapat BBM,” Tukasnya.

(Fero/Red)

Exit mobile version