Baru 5 Tahun Gedung Disdik Sumenep Mau “Ambruk”

SUMENEP, (TransMadura.com) –
Gedung Kantor Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kondisi sudah memperihatinkan. Pasalnya, dengan kondisi gedung saat ini penghuni kantor itu sudah mulai ketar ketir dengan kondisi mengkhawatirkan.

Hasil pantauan media, tepatnya dilantai dua kantor disdik itu, besi balok bangunan terlihat sudah kropos. Secara realita Kepala Dinas pendidikan dan pegawai lainnya merasa khawatir itu sangat wajar, sebab, bisa saja keselamatannya terancam.

Sehingga, kalau itu tidak antisipasi maka akan terjadi tragedi makan korban. Pertanyaannya, apakah pekerjaan bangunan itu tidak sesuai spesifikasi (asal asalan red).

Kalau kita kaji secara realita, belum berumur 5 tahun berjalan, kondisi bangunan sudah patut dipertanyakan. Sebab, anggaran yang dikeluarkan pemerintah daerah cukup besar.

Sesuai data LPSE, Pembangunan gedung dispendik dengan besar anggaran Rp. 3,5 miliar lebih pada tahap pertama dengan sumber anggara APBD tahun 2014.

Pekerjaan proyek itu dimenangkan oleh PT. Lince Lumawiraya. Namun pekerjaan itu diputus kontrak karena pekerjaan tidak selesai pada batas waktu.

Sehingga pekerjaan proyek dilanjutkan pada tahun 2015 pada pengumuman lelang dimenangkan CV. Mintra Utama yang berkantor di sumenep dengan anggaran Rp. 690 juta bangunan selesai 2015.

Aktivis Sumenep Gasak, Hendri Kurniawan, mengatakan, dengan kondisi gedung bangunan Kadisdik yang sudah mengkhawatirkan. “Itu sudah patut diduga pekerjaan tidak sesuai spesifikasi atau asal asalan,” ungkapnya.

Sehingga, sesuai undang-undang jasa konstruksi kontraktor punya tanggungjawab terhadap bangunan itu selama 10 tahun. “Ternyata ternyata bangunan itu masih berumur 5 tatun sudah mulai menampakkan tanda tandanya untuk ambruk,” ucapnya.

Sebelumnya, Kantor disdik ruangan lantai dua dikosongkan, sebab kondisi mengkhawatirkan. Semua arsip dan data penting dipindah dikosongkan, dengan alasan agar bebannya tidak berat.

Kepala Disdik Sumenep, Carto membenarkan, bahwa saat ini sibuk mengosongkan berkas berkas dilantai dua, sebab kondisi bangunan mengkhawatirkan.

Sehingga, untuk menentukan layak tidaknya gedung itu ditempati, yang menentukan adalah tim tehnis, yakni dinas Cipta Karya untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan itu.

Kepala Dinas Cipta Karya, Sumenep, Moh. Jakfar, mengatakan, sampai saat ini belum menerima permintaan untuk melakukan pengecekan kondisi bangunan gedung kadisdik itu.

“Kami sampai saat belum menerima permintaan pegecekan kondisi bangunan layak untuk ditempati,” katanya.

mungkin besok akan melakukan konfirnasi ketempat dan akan melakukan kajian kajian. tidak tau sebelumnya mungkin ada permintaan, sebab itu dulu sudah ditangani polda dan melakukan pengecekan. “Dulu itu sudah ditangani polda pengecakan apa brawijaya atau ITS. kalau ke kami belum,” jelasnya.

Namun, Cipta Karya sendiri untuk mengetahui layak tidaknya membentuk TABG (Tim Ahli Bangunan Gedung). “TABG itu yang akan memberikan rekomendasi penerbitan IMB (Ijin Membuat Bangunan) TABG itu rata rata dari ITS,” tukasnya.

(Asm/Red)

Exit mobile version